Realisasi APBN Sulbar hingga Mei 2026 Rp648,76 Miliar
- 29 Jun 2026 18:43 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Sulawesi Barat hingga 31 Mei 2026 khususnya jenis pendapatan mencapai Rp648,76 miliar atau 46,24 persen dari target sebesar Rp1,40 triliun. Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 28,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Barat, Syakran Rudy, mengatakan peningkatan pendapatan APBN didorong oleh membaiknya kinerja penerimaan perpajakan yang hingga akhir Mei 2026 telah terealisasi sebesar Rp568,22 miliar atau 43,51 persen dari target.
"Pendapatan APBN di Provinsi Sulawesi Barat sampai dengan 31 Mei 2026 terealisasi sebesar Rp648,76 miliar atau 46,24 persen dari target. Capaian tersebut tumbuh signifikan sebesar 28,13 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang didorong oleh peningkatan penerimaan perpajakan," ujar Syakran, dalam media briefing yang digelar di Gedung Keuangan Negara (GKN) Mamuju, Senin, 29 Juni 2026.
Ia menjelaskan, penerimaan perpajakan masih didominasi oleh Bea Keluar yang mencapai Rp262,87 miliar dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp196,49 miliar.
Menurut Syakran, kinerja Bea Keluar mengalami pertumbuhan sebesar 12,32 persen secara tahunan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya harga referensi minyak sawit mentah (CPO) di pasar internasional, dari USD924,46 per metrik ton pada Mei 2025 menjadi USD1.049,58 per metrik ton pada Mei 2026.
"Selain faktor harga, peningkatan penerimaan Bea Keluar juga didukung oleh naiknya ekspor produk turunan kelapa sawit dan bungkil yang dilayani melalui kantor kepabeanan di Parepare dan Pantoloan," tambahnya.
Di sisi lain, penerimaan PPN mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni mencapai 201,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan tersebut terutama dipicu meningkatnya setoran dari Wajib Pajak Instansi Pemerintah.
Kinerja positif pendapatan APBN hingga Mei 2026 ini menjadi indikator membaiknya aktivitas ekonomi di Sulawesi Barat, terutama pada sektor perkebunan kelapa sawit yang masih menjadi penopang utama penerimaan negara di daerah. Pemerintah berharap tren positif tersebut dapat terus terjaga untuk memperkuat kapasitas fiskal dan mendukung pembiayaan pembangunan di Sulawesi Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....