Pendapatan APBN Sulbar Didominasi Ekspor CPO Naik
- 26 Nov 2025 09:59 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju : Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Sulawesi Barat hingga 31 Oktober 2025 khususnya pendapatan tercatat mencapai Rp1.060,13 miliar atau 88,02 persen dari target Rp1.204,41 miliar.
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Barat, Tjahjo Purnomo, menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan kinerja penerimaan negara yang tetap solid menjelang akhir tahun.
“Capaian ini sudah mendekati target dan menggambarkan kondisi penerimaan yang sehat,” ujar Tjahjo dalam pemaparannya saat pihaknya menggelar Media Briefing di aula kantor Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Djpb) Sulawesi Barat, Rabu, 26 November 2025.
Tjahjo menjelaskan bahwa pendorong utama capaian tersebut berasal dari sektor pajak perdagangan internasional. Ia menegaskan bahwa kontribusi bea keluar menjadi faktor penting dalam mendongkrak pendapatan negara di daerah.
“Kinerja pajak perdagangan internasional tumbuh positif, terutama dari penerimaan bea keluar yang mencapai Rp386,37 miliar,” katanya.
Menurutnya, kenaikan bea keluar tersebut tidak terlepas dari aktivitas ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya. “Peningkatan penerimaan bea keluar disebabkan oleh tingginya kegiatan ekspor CPO dan turunannya melalui KPPBC Pantoloan dan KPPBC Parepare,” terang Tjahjo. Aktivitas ekspor yang meningkat berhasil memberi dorongan signifikan pada penerimaan negara.
Selain volume ekspor yang menguat, kenaikan harga referensi CPO juga memperkuat kontribusi penerimaan bea keluar. “Harga referensi CPO naik dari USD954,71 per metrik ton di September menjadi USD963,61 per metrik ton pada Oktober 2025,” ungkapnya. Kondisi tersebut menjadikan nilai ekspor lebih tinggi sehingga otomatis meningkatkan pungutan bea keluar.
Tjahjo menambahkan bahwa tren positif tidak hanya terjadi pada pajak perdagangan internasional, tetapi juga pada penerimaan negara bukan pajak (PNBP). “Kinerja PNBP di Sulbar juga menunjukkan tren positif dengan realisasi sebesar Rp186,30 miliar,” katanya. Menurutnya, sumber penerimaan ini juga memainkan peran penting dalam menopang pendapatan negara.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar PNBP tersebut berasal dari sektor pendidikan. “PNBP kita didominasi oleh pendapatan biaya pendidikan dari Unsulbar, STAIN Majene, dan Poltekkes Mamuju, yang totalnya mencapai Rp54,35 miliar,” jelas Tjahjo. Kontribusi dari tiga institusi pendidikan tinggi tersebut dinilai cukup signifikan di tengah kebutuhan pendanaan negara.
Di akhir penjelasannya, Tjahjo menyampaikan optimismenya terhadap pencapaian pendapatan negara di Sulawesi Barat hingga penutupan tahun anggaran. “Melihat performa hingga Oktober, kami optimis target pendapatan APBN di Sulbar dapat dicapai bahkan berpotensi melampaui,” tegasnya. Ia berharap sinergi antarinstansi tetap terjaga untuk menjaga stabilitas fiskal di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....