Pemprov Sulbar Hibahkan Lahan Pembangunan Kantor Sat PJR
- 19 Mei 2026 13:57 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif Kepolisian Daerah (Polda) Sulbar dalam membangun Kantor Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) yang terintegrasi dengan konsep rest area. Proyek pelopor ini, yang berlokasi strategis di jalur utama Trans Sulawesi, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar, Junda Maulana, bersama Kapolda Sulbar, Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, pada Selasa 19 Mei 2026.
Dukungan konkret Pemprov Sulbar diwujudkan melalui penyerahan hibah lahan strategis, yang telah diproses sejak tahun 2024. Langkah ini diambil sebagai bentuk sinergi pemerintah daerah untuk meningkatkan fasilitas layanan publik dan keselamatan lalu lintas di wilayah Sulbar.
"Pemerintah Daerah (Pemda) Sulbar sangat mendukung. Lahan strategis sudah kami berikan melalui proses hibah tahun 2024. Kami sangat mendukung upaya yang dilakukan Pak Kapolda dengan membangun Rest Area PJR ini," tegas Sekprov Sulbar, Junda Maulana, dalam sambutannya saat acara peletakan batu pertama.
Kantor Sat PJR dengan konsep rest area ini, yang merupakan desain khusus dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri, akan menjadi yang pertama dari jenisnya di Indonesia. Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai markas operasional polisi, tetapi juga akan menyediakan sarana istirahat, seperti tempat ibadah (mushola) dan toilet, yang nyaman dan representatif bagi masyarakat umum serta pengemudi yang kelelahan saat melintasi jalur ekonomi vital Trans Sulawesi.
Selain fasilitas fisik, Pemprov Sulbar menaruh harapan besar bahwa kehadiran Sat PJR di lokasi ini dapat memberikan dampak positif yang lebih luas dalam aspek pembinaan lalu lintas dan pemeliharaan infrastruktur jalan.
Junda Maulana menyoroti isu krusial mengenai kompetensi berkendara di kalangan remaja dan anak sekolah, yang seringkali keterbatasan moda transportasi sehingga terpaksa membawa kendaraan sendiri.
"Kami juga menitipkan harapan. Pertama, adanya pembinaan bagi anak-anak sekolah. Banyak dari mereka, karena keterbatasan moda transportasi, akhirnya harus mengendarai kendaraan. Mereka mungkin mampu mengendarainya (fisik), tetapi mereka tidak mampu berkendara (pengetahuan lalu lintas). Kami mohon ke depan ada koordinasi untuk melakukan sosialisasi dan pembinaan bagi mereka," ujar Junda.
Harapan kedua yang dititipkan adalah terkait pengawasan terhadap bobot muatan (tonase) kendaraan, khususnya truk angkutan barang. Pengawasan ini dianggap sangat vital karena jalur Trans Sulawesi merupakan satu-satunya urat nadi utama bagi pergerakan ekonomi di Provinsi Sulawesi Barat.
"Ini adalah satu-satunya urat nadi kami, maka satu harapan yang sangat besar dari kami, mohon adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap tonase. Kita harus sama-sama menjaga agar kualitas jalan kita tidak cepat rusak," harap Junda Maulana.
Konsep rest area yang diusung oleh Kapolda Sulbar disambut antusias oleh Junda Maulana. Selain meningkatkan keselamatan dengan menyediakan tempat beristirahat, fasilitas ini juga dirancang untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Kapolda Sulbar Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta telah memastikan bahwa warga lokal akan dipersilakan untuk memanfaatkan area rest area ini sebagai tempat usaha, seperti menyediakan makanan dan minuman.
Pemprov Sulbar memandang hal ini sebagai kesempatan emas untuk memberdayakan ekonomi lokal di sepanjang jalur Trans Sulawesi.
Pembangunan Kantor Sat PJR berkonsep rest area ini diharapkan dapat menjadi proyek percontohan nasional (pilot project) yang sukses, menginspirasi polda-polda lain di seluruh Indonesia untuk menerapkan konsep serupa, yang secara harmonis menggabungkan fungsi pelayanan kepolisian, keselamatan jalan raya, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....