Densus 88 Sulbar Gandeng GP Ansor Majene Sosialisasikan IRET di MAN 1 Majene

  • 05 Okt 2026 13:06 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Majene — Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Majene dalam edukasi pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) serta bahaya Nihilistic Violent Extremism (NVE) di MAN 1 Majene, Senin, 5 Oktober 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 1 Majene, Kecamatan Banggae Timur, itu diikuti sekitar 70 siswa-siswi. MAN 1 Majene beralamat di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar yang hadir terdiri atas Ipda Benyamin Jecshon Kendek, Briptu Muh. Syahru Ramadhan, dan Briptu Muh. Taufik Hidayat.

Dari pihak PC GP Ansor Kabupaten Majene, hadir Ketua PC GP Ansor Kabupaten Majene Andi Zahri Napis dan anggota GP Ansor Kabupaten Majene Muh. Irfan. Andi Zahri Napis merupakan Ketua Terpilih PC GP Ansor Kabupaten Majene periode 2026–2030. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Kepala Sekolah MAN 1 Majene Nuraida.

Wakil Kepala Sekolah MAN 1 Majene, Nuraida, menyampaikan apresiasi kepada Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar Densus 88 AT Polri yang telah hadir berbagi pemahaman kepada siswa.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar yang telah meluangkan waktu untuk hadir sekaligus berbagi ilmu dengan kami, guna lebih mengantisipasi terhadap paparan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme sekaligus mengenai bahaya Nihilistic Violent Extremism,” ujar Nuraida.

Dalam sesi materi, GP Ansor Kabupaten Majene turut memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya moderasi beragama dan penguatan nilai kebangsaan sebagai bagian dari upaya pencegahan paham kekerasan di kalangan pelajar. Materi tersebut disampaikan sebelum Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar menyampaikan paparannya.

Tim Pencegahan Satgaswil SulbarIpda Benyamin Jecshon Kendek menjelaskan karakteristik paham IRET beserta indikator awal penyebarannya.

“Siswa harus membangun daya tangkal dan meningkatkan literasi digital, karena paham IRET dapat menyusup melalui game online, media sosial, maupun pergaulan digital,” ujar Ipda Benyamin Jecshon Kendek.

Peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya memperkuat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan moderasi, serta bijak dalam menyaring informasi yang diterima.

Kolaborasi antara Satgaswil Sulbar dan GP Ansor Kabupaten Majene ini melanjutkan rangkaian sosialisasi serupa yang sebelumnya dilaksanakan di berbagai sekolah dan madrasah di Sulawesi Barat, termasuk MAN 1 Majene pada Agustus 2026.

Melalui kegiatan ini, siswa MAN 1 Majene diharapkan semakin memahami bahaya IRET dan NVE, mampu menyaring informasi secara kritis, serta berkontribusi menciptakan lingkungan madrasah yang aman, toleran, dan kondusif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....