Densus 88 Sulbar Ingatkan Bahaya IRET dan NVE ke Siswa SMK Negeri 1 Karossa

  • 18 Sep 2026 14:07 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju Tengah — Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Wilayah Sulawesi Barat mengingatkan siswa SMK Negeri 1 Karossa tentang bahaya Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) serta Kekerasan Berbasis Ekstremisme (NVE).

Kegiatan berlangsung di Aula UPTD SMK Negeri 1 Karossa, Mora Km. 6, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sabtu 18 September 2026 dan diikuti sekitar 120 peserta.

UPTD SMK Negeri 1 Karossa merupakan sekolah menengah kejuruan negeri yang berlokasi di Mora Km. 6, Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar yang hadir terdiri atas Bripka Ismail Azis dan Briptu Muh. Affany Aghny. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala UPTD SMK Negeri 1 Karossa Syamsuddin serta Pengawas Sekolah Kabupaten Mamuju Tengah Muh. Jusuf.

Pengawas Sekolah, Muh. Jusuf, menyampaikan apresiasi kepada Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar Densus 88 AT Polri yang telah hadir memberikan edukasi mengenai bahaya paham IRET dan NVE.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berbagi ilmu dengan kami, guna lebih mengantisipasi terhadap paparan bahaya paham IRET sekaligus mengenai bahaya Nihilistic Violent Extremism," ujar Muh. Jusuf.

Sementara itu, Kepala UPTD SMK Negeri 1 Karossa, Syamsuddin, menilai kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan siswa terhadap berbagai bentuk paham kekerasan.

"Kegiatan ini menjadi langkah positif untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan siswa-siswi terhadap berbagai bentuk paham kekerasan, terutama yang dapat memengaruhi generasi muda melalui lingkungan pergaulan maupun media sosial," kata Syamsuddin.

Tim Pencegahan Satgaswil Densus Sulbar Bripka Ismail Azis menjelaskan karakteristik paham IRET beserta indikator awal penyebarannya.

"Siswa perlu membangun daya tangkal, meningkatkan literasi digital, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan moderasi. Bijaklah dalam menyaring informasi yang diterima, baik dari media sosial maupun game online," ujar Bripka Ismail Azis.

Ia mengingatkan bahwa paham kekerasan dapat menyusup melalui berbagai ruang interaksi remaja, termasuk permainan daring dan pergaulan digital. Karena itu, siswa diminta memiliki kemampuan berpikir kritis, tidak mudah terprovokasi, serta senantiasa menghargai perbedaan.

Melalui sosialisasi ini, para siswa UPTD SMK Negeri 1 Karossa diharapkan semakin memahami bahaya IRET dan NVE, mampu menyaring informasi secara bijak, serta berkontribusi menciptakan lingkungan sekolah yang aman, toleran, dan kondusif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....