Densus 88 Edukasi 729 Siswa SMPN 1 Campalagian Polman tentang Bahaya Paham IRET

  • 17 Sep 2026 13:19 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Polewali Mandar — Sebanyak 729 siswa SMPN 1 Campalagian mendapat edukasi pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) serta bahaya Nihilistic Violent Extremism (NVE) dari Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar Densus 88 AT Polri, Kamis 17 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan SMPN 1 Campalagian, Jalan Poros Majene, Desa Bonde, Kecamatan Campalagian, itu merupakan kolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Polewali Mandar dan diikuti pula 47 guru dan tenaga pendidik.

Kepala SMPN 1 Campalagian, Ramli Syamsuddin, menyampaikan apresiasi kepada Dinas P3AP2KB dan Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar Densus 88 AT Polri yang telah hadir memberikan edukasi kepada siswa dan tenaga pendidik.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Dinas P3AP2KB dan Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar yang telah meluangkan waktu berbagi ilmu kepada kami. Kegiatan ini penting untuk mengantisipasi kekerasan di lingkungan sekolah, terutama bullying, serta paparan bahaya paham IRET dan Nihilistic Violent Extremism terhadap anak sekolah di bawah umur,” ujar Ramli Syamsuddin.

Dalam sesi materi, Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar menjelaskan karakteristik paham IRET beserta indikator awal penyebarannya.

“Siswa harus berpikir kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, baik yang datang melalui media sosial, game online, maupun pergaulan digital. Tetaplah menghargai perbedaan sebagai bagian dari menjaga persatuan,” ujar Ipda Benyamin Jecshon Kendek.

Tim Satgaswil Sulbar mengajak siswa memperkuat literasi digital, wawasan kebangsaan, dan sikap toleransi. Pelajar diminta tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang mengandung ujaran kebencian, ajakan kekerasan, maupun narasi yang berpotensi memecah persatuan.

Selain pencegahan IRET dan NVE, kegiatan tersebut menekankan pentingnya mencegah kekerasan terhadap anak, terutama perundungan di lingkungan sekolah. Siswa diimbau untuk tidak melakukan, membiarkan, atau menormalisasi tindakan bullying, serta segera melapor kepada guru atau pihak sekolah apabila mengetahui adanya kekerasan.

“Kita berharap siswa memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bahaya paham kekerasan, mampu bersikap kritis di ruang digital, serta ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah anak, toleran, dan kondusif,”tutup Ipda Benyamin

Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar yang hadir terdiri atas Ipda Benyamin Jecshon Kendek dan Bripda Muh. Audino Arief. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Polewali Mandar Dr. H. Mustaman, Kepala SMPN 1 Campalagian Ramli Syamsuddin, serta Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas P3AP2KB Kabupaten Polewali Mandar Bau Makriamani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....