Densus 88 Sulbar Edukasi IRET dan Anti-Bullying di SMPN 2 Tutar
- 15 Sep 2026 15:27 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Polewali Mandar — Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri sosialisasikan ke 150 siswa mengenai pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), bahaya Nihilistic Violent Extremism (NVE), serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di SMPN 2 Tutar, Selasa, 15 September 2026.
Kegiatan berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Polewali Mandar yang berlangsung di Aula SMPN 2 Tutar, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar.
Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar yang hadir terdiri atas Ipda Benyamin Jecshon Kendek dan Bripda Muh. Audino Arief. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Kepala SMPN 2 Tutar Handoko Ardana, Sekretaris Dinas P3AP2KB Kabupaten Polewali Mandar Dr. Emy Purnama, serta Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas P3AP2KB Kabupaten Polewali Mandar Bau Makriamani.
Wakil Kepala SMPN 2 Tutar, Handoko Ardana, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dinas P3AP2KB dan Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar yang memberikan edukasi kepada siswa dan guru mengenai bahaya perundungan, kekerasan terhadap anak, paham IRET, serta NVE.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Dinas P3AP2KB dan Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar Densus 88 AT yang telah meluangkan waktu untuk berbagi pengetahuan kepada siswa dan guru. Edukasi ini penting untuk mengantisipasi kekerasan di lingkungan sekolah, khususnya bullying, serta mencegah paparan paham IRET dan NVE terhadap anak usia sekolah,” ujar Handoko Ardana.
Dalam sesi materi, Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar, Ipda Benyamin menjelaskan karakteristik paham IRET beserta indikator awal penyebarannya.
“Siswa harus membangun daya tangkal dan berpikir kritis terhadap informasi yang diterima, baik melalui media sosial, game online, maupun pergaulan digital. Jangan mudah terprovokasi serta tetap menghargai perbedaan sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan,” ujar Ipda Benyamin Jecshon Kendek.
Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar juga mengajak siswa memperkuat nilai kebangsaan, toleransi, moderasi, dan etika dalam berkomunikasi di ruang digital. Siswa diminta tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, ujaran kebencian, maupun konten yang mengandung ajakan kekerasan.
“Pentingnya mencegah kekerasan terhadap anak, terutama perundungan di lingkungan sekolah. Siswa diimbau untuk tidak melakukan, membiarkan, atau menormalisasi tindakan perundungan serta segera melapor kepada guru jika mengetahui adanya kekerasan,”tegasnya
Melalui kegiatan kolaborasi ini, Satgaswil Sulbar dan Dinas P3AP2KB Kabupaten Polewali Mandar berharap siswa memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bahaya paham kekerasan dan perundungan, sekaligus mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, toleran, ramah anak, dan kondusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....