Suarakan Toleransi, Densus 88 AT Polri dan RRI Gelar Lomba Pidato Kebangsaan
- 13 Sep 2026 16:26 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju — Ps. Kasatgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri, AKBP Soffan Ansyari, mendorong pelajar untuk menyuarakan perdamaian, toleransi, dan penggunaan media sosial secara bijak melalui lomba pidato kebangsaan yang digelar di Kantor LPP RRI Mamuju, Minggu, 13 September 2026.
Lomba pidato kebangsaan tersebut diikuti 120 peserta tingkat SMP dan SMA. Para peserta berasal dari sejumlah kabupaten di Sulawesi Barat.
Soffan Ansyari mengatakan lomba pidato menjadi sarana edukasi untuk memberikan pemahaman kepada pelajar dan masyarakat mengenai bahaya penggunaan media sosial yang tidak bijak. Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di kalangan generasi muda.
“Kegiatan lomba pidato ini ditujukan kepada para pelajar, baik tingkat SMP maupun SMA. Tujuannya memberikan pencerahan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai bahaya penggunaan media sosial yang tidak bijak,” ujar AKBP Soffan Ansyari.
Menurutnya, tema-tema yang diangkat dalam lomba tersebut memuat pesan perdamaian, toleransi beragama, dan nilai-nilai kebangsaan. Melalui kemampuan berpidato, para pelajar diharapkan dapat menyampaikan pesan positif sekaligus menjadi agen pencegahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Tema-tema yang diangkat pada intinya menyuarakan perdamaian, toleransi beragama, dan nilai-nilai kebangsaan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan motivasi bersama untuk melakukan pencegahan terhadap paparan paham radikalisme dan terorisme di Sulawesi Barat,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat diperlukan dalam mencegah penyebaran paham IRET. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah meningkatkan literasi digital, berhati-hati menerima informasi, serta tidak ikut menyebarkan konten yang berisi intoleransi, ujaran kebencian, maupun ajakan kekerasan.
“Harapan kami, seluruh masyarakat dapat bersama-sama melakukan pencegahan, termasuk dengan bijak dalam bermedia sosial serta memahami bahaya intoleransi dan paham-paham yang dapat mengancam persatuan,” ucapnya.
Lomba pidato kebangsaan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pelajar Sulawesi Barat untuk mengembangkan keberanian berbicara di depan publik, memperkuat wawasan kebangsaan, serta meneguhkan komitmen menolak segala bentuk kekerasan dan ekstremisme.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....