Densus 88 Minta Siswa MTsN 1 Mamuju Menjaring Informasi dari Medsos
- 02 Sep 2026 12:58 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju — Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menggandeng siswa MTsN 1 Mamuju untuk aktif menjaring informasi terkait potensi radikalisme dan terorisme melalui media sosial.
Hal itu disampaikan Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri, Ipda Jecshon menjadi narasumber dalam sosialisasi pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) serta bahaya Nihilistic Violent Extremism (NVE) di MTs Negeri 1 Mamuju, Selasa, 2 September 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan melalui kerja sama Satgaswil Sulbar dan MTs Negeri 1 Mamuju itu diikuti sekitar 100 siswa dan siswi. Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan penyebaran paham IRET dan NVE di lingkungan pendidikan, khususnya di Kabupaten Mamuju.
Materi sosialisasi disampaikan oleh personel Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar, Ipda Jecshon. Turut hadir Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MTs Negeri 1 Mamuju, Adi.
Dalam pemaparannya, Ipda Jecshon mengajak peserta untuk memahami bahaya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme yang dapat berkembang melalui lingkungan sosial maupun ruang digital. Para siswa diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber serta kebenarannya.
“Pelajar harus mampu menyaring informasi yang diterima, terutama dari media sosial. Jangan mudah membagikan konten yang belum diketahui kebenarannya, terlebih apabila mengandung ujaran kebencian, ajakan kekerasan, atau narasi yang dapat memecah persatuan,” ujar Ipda Jecshon.
Ia menekankan bahwa media digital seharusnya menjadi sarana belajar, kreativitas, dan membangun persahabatan. Karena itu, generasi muda perlu menggunakan media sosial secara positif, bijak, dan bertanggung jawab, bukan sebagai ruang untuk menyebarkan kebencian maupun kekerasan.
“Pencegahan IRET dan NVE memerlukan keterlibatan sekolah, guru, orang tua, serta para siswa. Dengan memperkuat toleransi, wawasan kebangsaan, dan kepedulian terhadap sesama, kita dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan damai,” katanya.
MTs Negeri 1 Mamuju merupakan madrasah negeri di bawah naungan Kementerian Agama yang berada di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan siswa terhadap bahaya paham kekerasan, sekaligus memperkuat peran pelajar sebagai generasi muda yang toleran, kritis terhadap informasi, dan menjaga persatuan bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....