Densus 88 Sulbar Mengajak Siswa Menyaring Informasi dari Media Sosial
- 16 Sep 2026 14:42 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Polewali Mandar — Satuan Tugas Wilayah ( Satgaswil ) Densus 88 Sulbar mengajak siswa menyaring informasi dari media sosial dan game online agar tidak terpapar paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme (IRET) serta Nihilistic Violent Extremism (NVE).
Ajakan itu disampaikan Tim Pencegahan Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri saat sosialisasi bersama Dinas P3AP2KB Kabupaten Polewali Mandar di SMP Negeri Satu Atap Lilli, Kecamatan Matangnga, Rabu 16 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP Negeri Satu Atap Lilli tersebut diikuti sekitar 50 siswa kelas VII hingga IX serta delapan guru dan tenaga pendidik. SMP Negeri Satu Atap Lilli berada di Desa Lilli, Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar yang hadir terdiri atas Ipda Benyamin Jecshon Kendek dan Bripda Muh. Audino Arief. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Polewali Mandar Dr. H. Mustaman, Kepala SMP Negeri Satu Atap Lilli Amirullah, serta Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas P3AP2KB Kabupaten Polewali Mandar Bau Makriamani.
Kepala SMP Negeri Satu Atap Lilli, Amirullah, menyampaikan apresiasi kepada Dinas P3AP2KB dan Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar Densus 88 AT Polri yang telah hadir memberikan edukasi kepada siswa dan tenaga pendidik.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Dinas P3AP2KB dan Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar yang telah berbagi pengetahuan kepada siswa dan guru. Kegiatan ini penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kekerasan di sekolah, terutama perundungan, sekaligus mencegah paparan paham IRET dan NVE pada anak usia sekolah,” ujar Amirullah.
Dalam sesi materi, Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar, Benyamin Jecshon menjelaskan karakteristik paham IRET beserta indikator awal penyebarannya. Peserta juga mendapat pemahaman mengenai NVE, yaitu bentuk ekstremisme kekerasan yang dapat didorong oleh penolakan terhadap nilai kemanusiaan, norma sosial, dan hukum, sehingga berpotensi mengarah pada tindakan kekerasan tanpa dasar ideologi yang jelas.
“Siswa harus membangun daya tangkal dengan berpikir kritis terhadap setiap informasi yang diterima, baik dari media sosial, game online, maupun pergaulan digital. Jangan mudah terprovokasi, dan tetaplah menghargai perbedaan,” ujar Ipda Benyamin Jecshon Kendek.
Tim juga mengajak para siswa untuk memperkuat wawasan kebangsaan, toleransi, moderasi, serta literasi digital. Pelajar diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan tidak ikut menyebarkan konten yang mengandung kebencian, kekerasan, atau ajakan yang berpotensi memecah persatuan.
“Pentingnya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Siswa diimbau untuk tidak melakukan, membiarkan, maupun menormalisasi bullying, serta segera melapor kepada guru atau pihak sekolah jika mengetahui adanya kekerasan,”ujarnya
Melalui kegiatan kolaboratif ini, Satgaswil Sulbar dan Dinas P3AP2KB Kabupaten Polewali Mandar berharap siswa mampu mengenali bahaya paham kekerasan, menggunakan ruang digital secara bijak, serta membangun lingkungan sekolah yang aman, ramah anak, toleran, dan kondusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....