GenRe Sulbar Akan Gelar Sosialisasi Nikah Dini di Majene September Mendatang

  • 28 Agt 2026 10:42 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Forum GenRe Sulawesi Barat akan menggelar sosialisasi pencegahan pernikahan dini yang menyasar remaja sekaligus orang tua di Desa Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, pada 9 September 2026. Rencana ini diungkap Duta GenRe Sulbar Aldi J. Pawali dalam dialog interaktif Pengarusutamaan Gender di RRI Pro 1 Mamuju, Selasa, 25 Agustus 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sipahingarang batch dua yang didanai lembaga bernama Jarum melalui proposal Forum GenRe Sulbar. Aldi menyebut Tammerodo Sendana dipilih karena tercatat memiliki angka pernikahan dini yang tinggi di Kabupaten Majene.

"Kita mengajak kolaborasi kepala perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat yang baru untuk kemudian melakukan sosialisasi, nanti puncaknya tanggal 9 untuk sosialisasi kepada orang tua juga," kata Aldi saat menjelaskan rencana kegiatan tersebut.

Aldi menjelaskan sosialisasi ini sengaja melibatkan orang tua karena selama ini pendekatan hanya menyasar remaja dinilai belum cukup mengubah perilaku di lapangan. Menurutnya, mindset sebagian orang tua turut menjadi faktor eksternal pendorong pernikahan usia anak.

"Faktornya bukan hanya sekedar remajanya doang yang mau menikah dini, melainkan banyak faktor lainnya, dari orang tuanya sendiri itu bisa jadi karena mereka ingin menutup utang-utang yang kemudian akan lunas apabila anak mereka dinikahkan," ujar Aldi mengungkap temuannya di lapangan.

Selain faktor ekonomi, Aldi menyebut Tammerodo Sendana dipilih juga karena Forum GenRe memiliki sumber daya manusia yang cukup untuk mengelola kegiatan di desa tersebut secara berkelanjutan. Program Sipahingarang batch pertama sebelumnya sudah melibatkan tujuh desa dan kelurahan di Kabupaten Majene.

Aldi menargetkan program Sipahingarang menghasilkan peraturan desa (perdes) yang secara khusus mengatur pencegahan pernikahan dini di tingkat lokal. Ia berharap regulasi ini membuat pernikahan usia anak tidak lagi marak terjadi di desa-desa dampingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....