Densus 88 Sulbar Edukasi IRET dan Bullying di SMPN 1 Tutallu
- 07 Sep 2026 17:10 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Polewali Mandar — Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri sosialisasi pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), bahaya Nihilistic Violent Extremism (NVE), serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di SMPN 1 Tutallu, Kecamatan Alu, Senin, 7 September 2026.
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Polewali Mandar.
Kegiatan yang berlangsung di SMPN 1 Tutallu, Petoosang, itu diikuti sekitar 180 siswa-siswi serta 25 guru dan tenaga pendidik. SMPN 1 Tutallu tercatat berada di Petoosang, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar.
Kepala SMPN 1 Tutallu, Samrah, mengapresiasi kolaborasi antara Dinas P3AP2KB Kabupaten Polewali Mandar dan Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar.
“Kami mengapresiasi Dinas P3AP2KB dan Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar yang telah hadir berbagi pemahaman kepada siswa dan guru. Edukasi ini penting untuk mengantisipasi kekerasan di lingkungan sekolah, termasuk kasus bullying, serta mencegah paparan paham IRET dan NVE,” ujar Samrah.
Dalam sesi materi, Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar Ipda Benyamin Jecshon menjelaskan karakteristik paham IRET dan indikator awal penyebarannya.
Tim mengingatkan bahwa paparan paham kekerasan dapat menyusup melalui berbagai ruang interaksi remaja, termasuk media sosial, permainan daring, dan pergaulan digital.
Karena itu, pelajar diminta meningkatkan literasi digital, tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya, serta tidak menyebarkan konten yang mengandung kebencian atau ajakan kekerasan.
“Siswa harus memiliki daya tangkal terhadap informasi yang diterima di media sosial maupun game online. Gunakan ruang digital untuk belajar dan hal-hal positif, bukan untuk menyebarkan kebencian, kekerasan, atau narasi yang dapat merusak persatuan,” ujar Ipda Benyamin Jecshon.
Selain pencegahan IRET dan NVE, kegiatan tersebut mengedukasi pelajar mengenai bahaya kekerasan terhadap anak, terutama perundungan di sekolah.
Siswa diimbau untuk tidak melakukan, membiarkan, maupun menormalisasi tindakan perundungan serta segera melapor kepada guru atau pihak sekolah apabila mengetahui adanya kekerasan.
Kasus perundungan terhadap anak memerlukan perhatian bersama, termasuk pengawasan dari orang tua, sekolah, dan instansi terkait. Dinas terkait di Polewali Mandar sebelumnya juga melakukan pendampingan dalam penanganan kasus perundungan anak di wilayah tersebut.
Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar yang hadir terdiri atas Ipda Benyamin Jecshon, Briptu Muh. Syahru Ramadhan, Briptu Muh. Taufik Hidayat, dan Briptu Muh. Sulfikri. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Polewali Mandar Dr. Mustaman, Kepala Bidang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Polewali Mandar, Bau Makriamani, serta Kepala SMPN 1 Tutallu, Samrah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....