Densus 88 Sulbar Edukasi Pencegahan IRET di SMAN 1 Wonomulyo

  • 24 Agt 2026 09:18 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju — Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri menjadi pembina upacara sekaligus narasumber sosialisasi pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di SMAN 1 Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Senin, 24 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di halaman SMAN 1 Wonomulyo, Jalan Kesadaran Nomor 3, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, itu diikuti sekitar 1.056 siswa dari kelas X hingga XII serta 97 guru dan tenaga pendidik. Kepala SMAN 1 Wonomulyo, Muhammad Hatta, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Muhammad Hatta tercatat sebagai Kepala SMAN 1 Wonomulyo.

Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar yang hadir terdiri dari Ipda Benyamin Jecshon Kendek, Briptu Muh. Taufik Hidayat, Briptu Muh. Rafli Subardin, dan Briptu Muh. Sulfikri.

Selain rangkaian upacara bendera, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemberian apresiasi kepada siswa anggota Paskibraka tingkat nasional, provinsi, kabupaten, dan kecamatan. Sekolah juga menyerahkan medali dan sertifikat kepada siswa berprestasi serta penghargaan kepada guru dan tenaga pendidik yang terlibat dalam kegiatan peringatan Kemerdekaan Indonesia di Wonomulyo.

Dalam amanatnya, Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital, penggunaan gawai, dan internet membawa manfaat besar, tetapi juga berpotensi menjadi ruang penyebaran ujaran kebencian, perundungan siber, serta narasi yang mengarah pada intoleransi dan kekerasan.

“Siswa harus bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, serta tidak ikut menyebarkan konten yang memuat kebencian, perundungan, maupun ajakan kekerasan,” ujar Ipda Benyamin Jecshon Kendek.

Para siswa juga diimbau membangun komunikasi yang sehat, saling menghargai perbedaan, serta berani mengambil tindakan ketika melihat atau mengalami perundungan. Setiap tindakan cyberbullying maupun kekerasan verbal di lingkungan sekolah diharapkan tidak dibiarkan, melainkan ditegur, dilaporkan, dan ditangani bersama.

“Terorisme tidak berkaitan dengan agama karena setiap agama mengajarkan kasih sayang dan perdamaian. Karena itu, pelajar harus memperkuat nilai kebangsaan, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Kepala SMAN 1 Wonomulyo, Muhammad Hatta, menyatakan dukungannya terhadap program pencegahan paham IRET di lingkungan pendidikan.

“Kolaborasi sekolah, guru, siswa, orang tua, dan pemangku kepentingan diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan kondusif,”katanya

Kegiatan sosialisasi serta penyebaran kontra narasi akan terus didorong kepada berbagai pemangku kepentingan di Polewali Mandar sebagai langkah preventif mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di kalangan generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....