Densus 88 Sulbar Edukasi 350 Siswa MAN Majene Persoalan IRET dan NVE
- 13 Agt 2026 13:17 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Majene — Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri berkolaborasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Majene dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majene dalam sosialisasi pencegahan bahaya paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) serta Nihilistic Violent Extremism (NVE), Kamis, 13 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 1 Majene, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, itu diikuti sekitar 350 siswa bersama guru MAN 1 Majene. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan pelajar terhadap paham kekerasan serta mendorong penggunaan media sosial secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
Kakasatgaswil Sulbar Densus 88 AKBP Soffan Ansyari didampingi personel pencegahan Satgaswil Sulbar, Bripda M. Yuda Hasmedi. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kementerian Agama Kabupaten Majene H. M. Sahlan, Kepala MAN 1 Majene Yusbar, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Majene Sipaami, Kasi Bimas Islam Kemenag Majene Muh. Yusuf, Wakil Kepala MAN 1 Majene Muh. Zair, serta jajaran guru.
Dalam pemaparannya, AKBP Soffan Ansyari mengajak siswa memperkuat nilai persatuan, menghargai perbedaan, dan tidak mudah terbawa narasi yang mengandung kebencian maupun ajakan kekerasan.
“Siswa harus lebih berhati-hati dalam menerima, menyebarkan, dan menanggapi informasi di media sosial. Jangan mudah terpengaruh konten yang mengandung intoleransi, radikalisme, ekstremisme, maupun terorisme,” ujar AKBP Soffan Ansyari.
Ia menekankan bahwa ruang digital dapat dimanfaatkan untuk belajar, berkarya, dan menyebarkan pesan positif. Namun, pengguna media sosial tetap perlu memiliki sikap kritis agar mampu membedakan informasi yang benar dari propaganda atau narasi yang berpotensi memecah persatuan.
“Gunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Generasi muda harus menjadi pelopor perdamaian dengan memperkuat toleransi, wawasan kebangsaan, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” katanya.
Pencegahan paham IRET dan NVE di lingkungan pendidikan dinilai penting karena media sosial dan ruang digital kerap dimanfaatkan untuk menyebarkan propaganda serta konten ekstremisme yang menyasar generasi muda.
Melalui kerja sama Satgaswil Sulbar, Kemenag Kabupaten Majene, dan MAN 1 Majene, para siswa diharapkan mampu mengenali serta menghindari berbagai bentuk paham kekerasan, sekaligus berkontribusi menciptakan lingkungan madrasah yang aman, toleran, dan kondusif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....