Kartini Manakarra Soroti Tingginya Ketidakadilan Gender di Kabupaten Majene

  • 22 Jun 2026 14:54 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Majene - Tingginya kasus ketidakadilan dan Kekerasan Berbasis Gender (KBG) terhadap perempuan dan kelompok rentan masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Majene.

Kondisi tersebut mendorong LSM Kartini Manakarra untuk terus memperkuat upaya pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, serta pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender di daerah tersebut.

Direktur LSM Kartini Manakarra, Dian Dhaniati, dalam dialog bersama RRI, Senin 22 Juni menegaskan organisasinya hadir sebagai respon atas masih kuatnya praktik diskriminasi dan ketidaksetaraan yang dialami perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, pendidikan hingga dunia kerja.

Menurut Dian, berbagai instrumen hukum yang telah dimiliki Indonesia belum sepenuhnya mampu menghapus praktik diskriminasi terhadap perempuan. Padahal, Indonesia telah meratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan atau CEDAW melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984.

"Berbagai bentuk diskriminasi dan kekerasan berbasis gender masih terus terjadi. Ini menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi masih sangat besar," ujar Dian.

Ia menjelaskan, sejumlah faktor menjadi pemicu masih tingginya ketidakadilan gender, di antaranya norma sosial yang diskriminatif, budaya patriarki yang mengakar, ketimpangan relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap hak-hak perempuan.

Selain itu, keterbatasan akses terhadap layanan perlindungan dan pendampingan bagi korban juga dinilai memperburuk kondisi yang ada. Akibatnya, banyak perempuan dan kelompok rentan yang belum memperoleh perlindungan secara optimal ketika mengalami kekerasan maupun diskriminasi.

Dian menilai, upaya mewujudkan kehidupan yang aman, adil, dan setara bagi perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat sipil hingga masyarakat luas.

"Kami ingin memastikan perempuan dan kelompok rentan memiliki ruang yang setara, bebas dari kekerasan, serta mendapatkan akses perlindungan yang memadai. Ini menjadi tanggung jawab bersama," tegasnya.

LSM Kartini Manakarra berharap penguatan edukasi publik, peningkatan kesadaran masyarakat, serta optimalisasi layanan perlindungan dapat menjadi langkah strategis dalam menekan angka kekerasan berbasis gender dan mempercepat terwujudnya kesetaraan gender di Kabupaten Majene.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....