Banyak Pelaku Kekerasan di Sulbar Justru Berasal dari Lingkungan Terdekat
- 27 Mei 2026 18:33 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Korban kekerasan berbasis gender di Sulawesi Barat banyak menghadapi pelaku yang berasal dari lingkungan terdekat, mulai keluarga hingga orang berwenang di sekitar mereka.
Koordinator Program dan Advokasi LSM Kartini Manakarra, Naim Irmayani, menjelaskan relasi kuasa membuat korban, terutama anak dan perempuan, semakin sulit melawan atau melaporkan pelaku kekerasan.
“Kebanyakan pelaporan kasus itu berasal dari lingkungan terdekatnya, apakah antara guru dan murid, orang tua dan anak, atau keluarga terdekat,” ujarnya dalam Dialog Pengarusutamaan Gender RRI Mamuju, Senin, 25 Mei 2026.
Ia mengungkap, sejak awal 2026 Kartini Manakarra menangani beberapa kasus yang melibatkan anak laki-laki sebagai korban, di mana pelaku masih memiliki hubungan kuat dan posisi kuasa terhadap korban.
Naim menambahkan, relasi kuasa ini membuat proses pemulihan korban semakin berat karena mereka harus berhadapan dengan pelaku yang sehari-hari dikenal dan dihormati di lingkungannya.
“Dari Januari sampai April kami menangani tiga kasus yang pelaku dan korbannya adalah laki-laki, korbannya juga anak, diakibatkan oleh relasi kuasa,” kata Naim menegaskan.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi lembaga pendamping, karena korban membutuhkan dukungan kuat dari keluarga, masyarakat, dan aparat agar berani bersuara.
Kartini Manakarra mendorong peningkatan pendidikan dan pengawasan di lingkungan keluarga, sekolah, serta komunitas, agar relasi kuasa tidak lagi menjadi selimut yang melindungi pelaku kekerasan berbasis gender di Sulawesi Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....