Masalah Ekonomi Jadi Pemicu Utama Kekerasan di Sulbar

  • 28 Mei 2026 08:29 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Masalah ekonomi disebut menjadi salah satu faktor dominan pemicu kekerasan berbasis gender di Sulawesi Barat sepanjang beberapa tahun terakhir.

Koordinator Program dan Advokasi LSM Kartini Manakarra, Naim Irmayani, menjelaskan banyak korban sulit keluar dari hubungan penuh kekerasan karena bergantung secara finansial pada pelaku.

“Banyak sekali kasus itu yang terjadi karena ketidakmampuan ekonomi sehingga salah satu cara untuk bagaimana mereka bisa berdaya adalah membantu mereka keluar dari itu,” ujarnya.

Menurutnya, perempuan yang tidak memiliki kemandirian ekonomi cenderung menahan diri untuk melapor, sebab khawatir kehilangan sumber nafkah bagi diri dan anak-anak mereka.

Naim menegaskan, tekanan ekonomi juga berkelindan dengan beban ganda perempuan di rumah tangga, sehingga konflik mudah muncul dan berujung pada kekerasan, baik fisik maupun psikologis.

“Banyak orang yang mengalami kekerasan di lingkungan keluarga atau rumah tangga susah keluar karena overthinking terkait ekonomi dan lain sebagainya,” kata Naim menjelaskan.

Ia menilai, upaya pencegahan kekerasan harus dibarengi pemberdayaan ekonomi perempuan, agar mereka memiliki pilihan realistis ketika berhadapan dengan situasi tidak aman.

Kartini Manakarra mendorong pemerintah daerah, lembaga sosial, dan sektor swasta memperluas program penguatan ekonomi bagi kelompok rentan, sebagai strategi jangka panjang menekan kekerasan berbasis gender di Sulawesi Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....