Katinting Race Meriahkan Festival Penyu, Nelayan Sulbar–Sulsel Berebut Juara

  • 22 Mei 2026 11:03 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Lomba perahu Katinting Race kembali menjadi gong utama Festival Penyu Mampie 2026, dengan peserta nelayan dari berbagai kabupaten di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.

Ajang balap perahu bermesin ini digelar di Pantai Mampie, Kecamatan Wonomulyo, sejalan dengan pelaksanaan Festival Penyu pada 19–21 Juni mendatang. Setiap tahun, Katinting Race selalu menyedot penonton terbanyak dan menjadi momen paling ditunggu warga pesisir maupun pengunjung luar daerah.

Ketua Panitia Festival Penyu 2026, Muh. Askar Al-Qadri, menyebut penonton Katinting Race bisa memenuhi hampir seluruh garis pantai Mampie.

“Kalau lomba katinting itu ke sana orang sudah semua, satu Mampie itu kayaknya orang semua, tidak ada pasir di sana,” ujarnya menggambarkan antusiasme.

Askar menjelaskan, peserta tidak hanya datang dari desa sekitar, tetapi juga nelayan dari Majene, Pasangkayu, hingga Parepare dan Pinrang di Sulawesi Selatan. Lomba ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi antar-nelayan pesisir yang setiap tahun rela menempuh perjalanan jauh untuk ikut berkompetisi memperebutkan hadiah.

Menurut Founder Festival Penyu Mampie, Yusri, tahun lalu total hadiah Katinting Race mencapai sekitar Rp16 juta ditambah enam unit mesin ketinting untuk para juara.

“Kalau di total itu hampir Rp30 juta-an hadiahnya, tahun ini Insyaallah tetap diupayakan ada, meski belum bisa dipastikan besarannya,” kata Yusri.

Besarnya hadiah dan gengsi lomba membuat Katinting Race menjadi daya tarik utama yang menggerakkan ekonomi warga selama festival. Peserta dan penonton membutuhkan tempat menginap, konsumsi, dan kebutuhan logistik lain, sehingga homestay dan warung-warung masyarakat ramai dikunjungi selama rangkaian kegiatan.

Meski bernuansa hiburan dan adu cepat, panitia tetap menyisipkan pesan konservasi lingkungan dan keselamatan melaut dalam setiap sesi Katinting Race. Festival Penyu Mampie ingin memastikan keseruan balap perahu berjalan seiring dengan upaya menjaga laut dan pesisir sebagai ruang hidup utama masyarakat nelayan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....