Penyu Jadi Penjaga Laut, Illegal Fishing Ancam Rantai Makanan

  • 22 Mei 2026 10:01 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Penyu di Pantai Mampie, Polewali Mandar, dipandang sebagai penjaga ruang laut yang berperan penting menjaga rantai makanan dan stok ikan, sementara praktik illegal fishing terus mengancam ekosistem pesisir.

Dalam Dialog Suara Nusantara RRI Mamuju, Rabu 20 Mei 2026, Founder Festival Penyu Mampie, Yusri, menjelaskan penyu membantu menjaga terumbu karang dan padang lamun yang menjadi habitat penting berbagai jenis ikan konsumsi. Ia mengingatkan, ketika penyu hilang dari suatu wilayah, ruang laut berpotensi tidak sehat dan berdampak langsung pada keseimbangan ekosistem.

Menurut Yusri, lamun yang tidak terpangkas dan terurus akan mengganggu tempat berkembang biaknya ikan yang selama ini diandalkan nelayan.

“Kalau tidak ada penyu, terumbu karang atau lamun tidak tumbuh secara beraturan, padahal lamun ini kan tempat berkembang biaknya ikan,” ujarnya.

Ketua Panitia Festival Penyu 2026, Muh. Askar Al-Qadri, mengaitkan isu ini dengan rantai makanan yang ia pelajari sejak sekolah, dari rumput, tikus, ular, hingga elang. Ia menilai, kerusakan salah satu mata rantai di laut, seperti penyu atau terumbu karang, memaksa predator mencari mangsa lain dan mengacaukan keseimbangan ekosistem.

Askar menambahkan, praktik illegal fishing dan destructive fishing seperti bom ikan ikut memperparah kerusakan rantai makanan laut.

“Kita berusaha menjaga lingkungan, tetapi kenyataannya justru rantai-rantai ini yang dibunuh, sehingga pada akhirnya banyak hewan keluar dari habitat dan nelayan kesulitan mendapatkan ikan,” katanya.

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan sebenarnya telah melarang penggunaan alat tangkap merusak, termasuk bom dan racun ikan, karena mengancam keberlanjutan sumber daya ikan dan terumbu karang. Namun, luasnya wilayah laut dan terbatasnya personel pengawas membuat peran masyarakat dan komunitas lokal seperti Festival Penyu Mampie menjadi sangat penting dalam pengawasan dan edukasi.

Yusri mengingatkan, ketika nelayan sulit mendapatkan ikan, dampaknya tidak hanya dirasakan di desa pesisir, tetapi juga di kota melalui kenaikan harga ikan. Ia menilai, kondisi ini dapat menghambat upaya penurunan angka stunting di Sulawesi Barat yang sangat bergantung pada ketersediaan ikan segar sebagai sumber protein hewani bagi anak-anak.

Festival Penyu Mampie kemudian digunakan sebagai ruang kampanye melawan praktik penangkapan ikan merusak dan memperkuat kesadaran bahwa menyelamatkan penyu berarti menjaga stok ikan dan masa depan gizi generasi mendatang. Aktivis mendorong sinergi penegakan hukum dengan penyediaan alternatif alat tangkap ramah lingkungan agar nelayan tidak lagi bergantung pada cara-cara yang merusak laut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....