MBG Dorong Ekonomi Sulbar, namun Pasokan Pangan dari Luar Daerah

  • 21 Mei 2026 06:22 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberi efek besar terhadap perputaran ekonomi di Sulawesi Barat. Namun di balik pertumbuhan itu, pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan rumah karena bahan baku pangan masih banyak didatangkan dari luar daerah.

Hal itu mengemuka dalam konsultasi Tim Sekretariat Satgas MBG yang dipimpin Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana, di ruang kerja Sekda Sulbar, Selasa 19 Mei 2026.

Dalam rapat tersebut, tim satgas membahas kondisi dapur MBG, kesiapan pangan, hingga dampak ekonomi yang mulai terasa di Sulbar.

Sekda menjelaskan bahwa lonjakan ekonomi belum sepenuhnya dirasakan masyarakat lokal. Sebab, nilai impor bahan pangan justru ikut naik dari 2,2 persen menjadi 9,23 persen.

“Impor juga meningkat dari 2,2 menjadi 9,23 persen, kita ini mengimpor banyak,” ujar Junda.

Junda juga mengungkapkan, sejumlah komoditas untuk kebutuhan MBG seperti beras premium, telur ayam, dan daging ayam masih banyak dipasok dari luar daerah karena produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan.

Padahal, Sulbar sebenarnya surplus beras. Hanya saja, kualitas beras yang dibutuhkan program MBG adalah kategori premium.

“Oleh sebab itu, ini kita menjadi catatan, bagaimana caranya agar kita bisa, surplus beras kita ini bisa memenuhi pasar kita daripada kita membeli dari luar,” katanya.

Untuk mengurangi ketergantungan itu, Pemprov Sulbar mulai menyiapkan skema kontrak farming antara dapur MBG dengan pemasok lokal.

Data ekonomi yang dipaparkan dalam rapat menunjukkan efek MBG mulai terasa terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Dari angka pertumbuhan itu, sekitar 34 persen pertumbuhan sektor makan minum tersebut dipicu oleh beroperasinya SPPG atau dapur MBG.

Junda mengaku sudah meminta dinas terkait segera menyiapkan draft kerja sama agar dapur-dapur SPPG menyerap lebih banyak komoditas lokal sesuai arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka.

“Tindak lanjut arahan Gubernur yaitu kontrak farming kita akan lakukan,” ucapnya.

Pemprov Sulbar berharap pertumbuhan ekonomi dari program MBG benar-benar bisa dirasakan masyarakat, bukan sekadar mencatat angka pertumbuhan tinggi sementara bahan pangan terus didatangkan dari luar daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....