Praktik Nyata Menjaga Panca Prana: Pranayama, Puja Trisandhya, dan Digital Fasting

  • 25 Feb 2026 23:37 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, Program Mimbar Agama Hindu di Pro 1 Radio Republik Indonesia Malang menghadirkan pembahasan yang menyejukkan tentang penerapan Panca Prana dalam keseharian.

Melalui pemaparan Prof. Dr. Eng. Ir. I Made Wartana, M.T., pendengar diajak tidak hanya memahami Panca Prana sebagai ajaran filsafat Hindu, tetapi sebagai tuntunan praktis untuk mengatur napas, menjaga pikiran, menata ucapan, dan merawat keseimbangan hidup. Ia menegaskan bahwa Panca Prana bukan sekadar konsep spiritual, melainkan pedoman nyata agar manusia tetap sehat, selaras, dan sadar di tengah arus zaman.

Salah satu praktik utama adalah prāṇāyāma, latihan pengaturan napas yang dilakukan sebelum sembahyang. Dalam tradisi Hindu, umat melaksanakan Puja Trisandhya pada tiga waktu: pagi, siang, dan sore.

“Sebelum mengucapkan mantra, kita awali dengan prāṇāyāma. Tarik napas perlahan, tahan sejenak, hembuskan dengan sadar. Itu cara menenangkan pikiran dan menyelaraskan prana,” jelasnya, Rabu, (25/2/2026)

Ia juga menekankan pentingnya menjaga pola makan seimbang sebagai wujud penguatan samāna. Tidak berlebihan, tidak kekurangan, serta memperhatikan kualitas gizi. Mengendalikan ucapan sebagai bagian dari udāna juga menjadi latihan spiritual dalam keluarga dan masyarakat.

“Kita juga perlu melatih diri dengan digital fasting. Berhenti sejenak dari gawai agar energi tidak habis sia-sia,” ujarnya.

Menurutnya, tanpa disadari, terlalu lama terhubung dengan layar membuat vyāna atau energi keterhubungan sosial, justru melemah dalam kehidupan nyata. Ia menegaskan bahwa tujuan akhir pengelolaan Panca Prana adalah peningkatan kesadaran spiritual.

“Energi vital ini bukan hanya menjaga tubuh tetap hidup, tetapi menuntun kita menuju kesadaran yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Melalui latihan yang sederhana namun konsisten melalui prāṇāyāma, yaitu Puja Trisandhya, pola makan seimbang, ucapan yang baik, aktivitas fisik, dan penguatan hubungan sosial, maka umat diajak menjaga harmoni lima energi vital agar hidup tetap sehat, seimbang, dan bermakna di tengah dunia modern.

Rekomendasi Berita