Makna Dupa dalam Persembahyangan Umat Hindu
- 18 Feb 2026 20:38 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Dupa bukan sekadar pelengkap dalam setiap persembahyangan umat Hindu. Dalam program Mimbar Agama Hindu yang disiarkan Pro 1 RRI Malang, narasumber I Dewa Nyoman Supariasa, MPS dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang menjelaskan bahwa dupa memiliki makna dan fungsi yang sangat mendalam dalam setiap upacara keagamaan.
Sebelumnya, dalam program yang sama telah dibahas mengenai arti dan fungsi daun, bunga, buah, dan air sebagai sarana upakara. Kali ini, pembahasan difokuskan pada dupa sebagai unsur penting yang selalu hadir dalam persembahyangan.
Menurut I Dewa Nyoman Supariasa, dalam ajaran Hindu, dupa berfungsi sebagai saksi atau upa saksi persembahyangan. Dupa yang menyala menjadi tanda bahwa umat sedang berkomunikasi secara spiritual dengan Sang Hyang Widhi. Asapnya yang membumbung ke atas diyakini sebagai simbol pengantar doa menuju Tuhan.
“Dupa melambangkan elemen api atau Dewa Agni. Api dalam Weda memiliki peran strategis sebagai penghubung manusia dengan Brahman,” ujarnya, Rabu, 18 Februari 2026.
Ajaran tentang penggunaan api atau Agni tertuang dalam Rg Weda dan Sama Weda, di mana api disebut sebagai perantara utama dalam upacara yadnya. Selain sebagai pengantar doa, Agni juga dipercaya mampu mengusir energi negatif dan menyucikan lingkungan.
Tak hanya secara simbolis, dupa juga memiliki fungsi praktis. Aroma harum yang dihasilkan mampu menciptakan suasana tenang, membantu konsentrasi, serta mendukung proses meditasi. Pembakaran dupa yang akhirnya menjadi abu pun dimaknai sebagai simbol pengabdian tulus tanpa pamrih.
“Dupa yang habis terbakar namun memberikan keharuman adalah lambang pengorbanan dan penyerahan diri kepada Tuhan,” imbuhnya.
Dengan demikian, keberadaan dupa dalam persembahyangan bukan sekadar tradisi, melainkan memiliki nilai teologis, filosofis, dan spiritual yang sangat mendalam bagi umat Hindu.