Kisah Saeed Bangkit dari Luka Bersama Al-Qur'an
- 13 Mar 2026 19:11 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kisah perjuangan Saeed Aamer Saeed menjadi salah satu cerita yang menyentuh dalam rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah. Pria asal Palestina ini datang ke Indonesia untuk pertama kalinya dalam rangka menjadi imam di sejumlah masjid sebelum melanjutkan perjalanan ke Pakistan dan kemudian kembali ke tanah kelahirannya di Palestina.
Saeed menceritakan pengalaman pahit yang pernah dialaminya ketika terjadi serangan bom di Gaza. Saat itu ia berada di rumah keluarganya dan harus bertahan di bawah reruntuhan selama lima jam. Tragedi tersebut merenggut 25 anggota keluarganya yang gugur sebagai syuhada. Meski berhasil selamat, ujian kembali datang pada tahun 2024 ketika sebuah ledakan bom melukai kakinya hingga harus diamputasi.
Namun bagi Saeed, ujian tersebut tidak menghentikan langkahnya untuk terus melanjutkan hidup. Ia mengatakan bahwa ayat Alquran menjadi sumber kekuatan bagi dirinya dan masyarakat Palestina untuk tetap sabar dan tawakal. “Allah berfirman Yā ayyuhalladzīna āmanū ista‘īnū bish-shabri wash-shalāh, innallāha ma‘ash-shābirīn, yang artinya wahai orang-orang beriman mintalah pertolongan dengan sabar dan salat, karena Allah bersama orang-orang yang sabar,” ungkapnya.
Dengan menggunakan kaki palsu, Saeed kini aktif membantu masyarakat serta menyalurkan bantuan kemanusiaan. Ia juga melanjutkan pendidikannya dengan mendapatkan beasiswa di Pakistan. Selain itu, ia terus mengembangkan halaqah atau tempat mengaji bagi anak-anak di Palestina, bahkan ketika berada di luar Gaza ia tetap berkomunikasi dengan para muridnya melalui internet.
Saeed mengaku bahwa Alquran memiliki peran besar dalam hidupnya sejak kecil. Ia bahkan pernah mengalami kesulitan mengucapkan huruf “ra”, namun setelah mempelajari dan membaca Alquran secara rutin, perlahan ia mampu mengucapkannya dengan baik. “Alquran adalah obat dan penyembuh, dan dengan Alquran kita akan selamat di dunia dan akhirat,” ujarnya.