Menjelang Akhir Ramadan, Saatnya Introspeksi Iman

  • 12 Mar 2026 20:52 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Menjelang berakhirnya Ramadan, umat Islam sering merasakan perasaan campur aduk. Di satu sisi ada rasa syukur telah menjalani ibadah puasa, namun di sisi lain muncul kegelisahan: apakah Ramadan benar-benar membuat kita lebih dekat kepada Allah? Pertanyaan inilah yang menjadi refleksi dalam program Mimbar Agama Islam bersama Ustadzah Elvi Nur Ridho.

Menurutnya, Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum untuk memperbaiki kualitas keimanan.

“Ramadan itu sebenarnya semacam retreat keimanan. Kita diajak berhenti sejenak dari kesibukan dunia untuk memperbaiki hubungan dengan Allah,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Tujuan puasa sendiri sudah dijelaskan secara tegas dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa.

Ketakwaan itu salah satunya ditandai dengan kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi setiap perbuatan manusia. Puasa melatih kejujuran karena ibadah ini sangat personal, seseorang bisa saja makan atau minum secara sembunyi-sembunyi, tetapi orang beriman menahan diri karena merasa diawasi oleh Allah.

Namun kenyataannya, menjelang akhir Ramadan tidak sedikit orang yang justru merasa galau. Hal ini bisa terjadi karena merasa ibadah belum maksimal. Kesibukan pekerjaan atau urusan dunia sering membuat seseorang menunda ibadah. Karena itu, meskipun Ramadan tinggal beberapa hari lagi, kesempatan untuk memperbaiki diri tetap terbuka.

“Jangan sampai Ramadan berlalu begitu saja tanpa perubahan dalam diri kita. Justru di penghujung inilah kita perlu meningkatkan ibadah agar tujuan takwa benar-benar tercapai,” kata Ustadzah Elvi.

Rekomendasi Berita