PTQ 2026: UPT RSBN Malang Dukung Potensi Disabilitas Netra
- 13 Feb 2026 13:53 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui UPT RSBN Malang mengirimkan tiga penerima manfaat binaannya untuk mengikuti proses perekaman video sebagai peserta Lomba Tartil Sensorik Netra sehubungan dengan akan dilaksanakannya kegiatan Pekan Tilawati Qur'an LPP RRI Ke-56 Tahun 2026, Kegiatan perekaman dilaksanakan pada hari Jum’at, 13 Februari 2026, bertempat di Studio 1 LPP RRI Malang.
Ketiga penerima manfaat tersebut mengikuti tahapan perekaman sebagai bagian dari mekanisme seleksi yang ditetapkan panitia. Hasil rekaman selanjutnya akan dikirimkan ke panitia pusat untuk dilakukan proses penilaian lebih lanjut.
Keikutsertaan dalam ajang ini merupakan bentuk dukungan UPT RSBN Malang terhadap pengembangan potensi spiritual dan kemampuan tilawah Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas netra. Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan rasa percaya diri serta memberikan ruang aktualisasi bagi penerima manfaat dalam bidang keagamaan.
Kepala UPT RSBN Malang, Anantya Wulandari, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada penerima manfaat untuk berpartisipasi dalam ajang nasional tersebut.
“Kami sangat mendukung partisipasi penerima manfaat dalam Pekan Tilawati Qur’an ini. Kegiatan ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga menjadi momentum pembinaan mental dan spiritual. Kami berharap mereka dapat tampil maksimal, percaya diri, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa UPT RSBN Malang akan terus mendorong para penerima manfaat untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan, baik di tingkat daerah maupun nasional, sebagai bagian dari proses rehabilitasi sosial yang komprehensif dan berorientasi pada kemandirian serta penguatan karakter.
Melalui partisipasi dalam Lomba Tartil Sensorik Netra ini, diharapkan para penerima manfaat dapat membawa semangat positif serta menginspirasi rekan-rekan lainnya untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki. (dwi)