Kota Batu Didorong Perkuat Pengendalian Harga dan Ketahanan Pangan Jatim
- 27 Feb 2026 06:41 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Batu - Penguatan pengendalian inflasi dan ketahanan pangan menjadi fokus utama dalam High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD se-Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Forum yang dipimpin Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya pengawasan harga dan kelancaran distribusi bahan pokok menjelang HBKN.
Dalam arahannya, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Kota Batu atas kontribusinya mendukung program ketahanan pangan nasional. "Ketersediaan lumbung pangan di Kota Batu turut menopang stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Jawa Timur yang per Februari 2026 tercatat 822.854 ton," ujarnya.
Ia juga meminta kepala daerah bersama Satgas Pangan memantau ketat pergerakan harga, khususnya beras, guna mencegah lonjakan signifikan.
Berdasarkan peta surplus–defisit komoditas strategis 2025, Kota Batu tercatat surplus bawang merah dan cabai merah, namun masih perlu mengantisipasi pasokan cabai rawit, telur ayam ras, dan daging ayam ras menjelang hari besar keagamaan.
Usai mengikuti rapat, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan komitmen daerah dalam menjaga stabilitas harga melalui optimalisasi peran TPID, penguatan pemantauan stok dan distribusi, serta perluasan kerja sama antar daerah untuk memastikan pasokan tetap aman.
Dalam sesi TP2DD, disampaikan pula bahwa Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kota Batu semester II 2025 mencapai 99,3 persen. Capaian tersebut mencerminkan percepatan digitalisasi transaksi daerah guna mendukung transparansi dan tata kelola keuangan yang lebih akuntabel.