Pesanan Rengginang Naik, Produsen Blitar Terkendala Cuaca Tak Menentu
- 10 Mar 2026 04:20 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, permintaan rengginang di Kabupaten Blitar mengalami peningkatan. Namun di tengah ramainya pesanan tersebut, para produsen justru dihadapkan pada tantangan cuaca yang sulit diprediksi.
Kondisi ini dirasakan oleh Wiwik Widuriati (53), produsen rengginang asal Desa Gledug, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Sejak awal Ramadan, jumlah pesanan di tempat usahanya mulai meningkat dibandingkan hari-hari biasa.
Di halaman rumahnya, deretan papan dan terpal tampak dipenuhi rengginang yang dijemur di bawah sinar matahari. Proses penjemuran tersebut menjadi tahapan penting agar rengginang bisa benar-benar kering sebelum dipasarkan.
"Setiap menjelang Lebaran pesanan memang selalu naik. Banyak yang mencari untuk camilan atau oleh-oleh," ujarnya, Selasa (10/3/2026).
Meski permintaan meningkat, produksi rengginang tidak bisa sepenuhnya berjalan lancar. Pasalnya, proses pengeringan masih mengandalkan panas matahari sehingga sangat dipengaruhi kondisi cuaca.
Menurut Wiwik, rengginang yang sudah dicetak harus segera dijemur. Jika terlalu lama dalam kondisi lembap, adonan bisa berjamur dan tidak layak dijual.
"Dalam kondisi cuaca cerah, proses pengeringan biasanya membutuhkan waktu sekitar dua hari. Namun jika hujan turun atau matahari tidak cukup terik, waktu pengeringan bisa lebih lama," terang dia.
Wiwik telah menjalankan usaha rengginang sejak tahun 2007. Dalam sekali produksi, ia mampu menghasilkan lebih dari satu kuintal rengginang, meski jumlahnya bisa berubah tergantung kondisi cuaca.
Saat cuaca mendukung, produksi harian bisa mencapai sekitar 120 kilogram. Selama satu bulan menjelang Lebaran, total produksi di tempatnya diperkirakan mencapai sekitar dua ton.
Rengginang yang diproduksi memiliki beberapa varian rasa, di antaranya bawang, terasi, dan ketan hitam. Produk tersebut dijual dengan harga antara Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
Untuk pemasaran, sebagian besar rengginang dipasarkan di wilayah Blitar dan daerah sekitarnya. Meski demikian, ia mengaku pernah mengirim produknya hingga ke luar pulau.
"Sekarang masih fokus pasar lokal, tapi dulu pernah kirim sampai Papua," imbuhnya.