Pesanan Gula Kelapa Blitar Melonjak Menjelang Lebaran
- 10 Mar 2026 04:10 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Permintaan gula kelapa di Kabupaten Blitar mengalami peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Kondisi tersebut dirasakan oleh produsen yang harus meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi banyaknya pesanan dari berbagai daerah.
Salah satunya dialami Sulis Imroah (56), produsen gula kelapa asal Desa Gledug, Kecamatan Sanankulon. Ia mengaku pesanan gula kelapa di tempat usahanya meningkat sejak memasuki bulan Ramadan.
Jika pada hari biasa produksinya sekitar 300 kilogram per hari, saat ini jumlahnya meningkat hingga 400 sampai 500 kilogram per hari untuk memenuhi permintaan pasar.
"Kalau mendekati Lebaran seperti sekarang, pesanan memang jauh lebih banyak dibandingkan hari biasa. Produksi bisa sampai 500 kilogram sehari," ujar Sulis saat ditemui di rumah produksinya, Selasa (10/3/2026).
Aktivitas produksi terlihat ramai sejak pagi. Sejumlah pekerja terlihat sibuk mencetak gula kelapa yang telah mengental, sementara di bagian dapur beberapa pekerja lainnya mengaduk rebusan air nira menggunakan tungku kayu.
Sulis mengatakan proses pembuatan gula kelapa di tempatnya masih mempertahankan cara tradisional. Air nira kelapa direbus selama beberapa jam hingga mengental sebelum dicetak menjadi gula kelapa berbentuk kecil.
Selama bulan Ramadan, para pekerja memulai proses produksi sejak pukul 05.00 WIB hingga sekitar pukul 15.00 WIB.
Untuk mempercepat proses pengentalan, Sulis menambahkan sedikit gula kelapa yang sudah jadi ke dalam rebusan nira. Cara tersebut dinilai cukup efektif untuk mempersingkat waktu memasak.
"Biasanya kalau cara biasa bisa sampai enam atau tujuh jam. Dengan cara ini sekitar 15 menit setelah ditambahkan gula kelapa, adonan sudah bisa dicetak," terang dia.
Pesanan gula kelapa produksi Sulis tidak hanya berasal dari wilayah Blitar dan sekitarnya. Permintaan juga datang dari sejumlah kota besar seperti Jakarta, Malang, dan Surabaya.
Bahkan, sebagian pesanan dari Malang kembali dipasarkan ke luar negeri, salah satunya ke Hongkong.
Saat ini Sulis menjual gula kelapa produksinya seharga Rp21.500 per kilogram. Dalam sehari, ia membutuhkan sekitar 200 liter air nira kelapa sebagai bahan baku.
Air nira tersebut diperoleh dari para petani di Desa Gledug serta desa tetangga seperti Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok.
Meski permintaan melonjak menjelang Lebaran, Sulis menyebut usaha gula kelapa miliknya tetap berjalan stabil sepanjang tahun dengan produksi rata-rata sekitar delapan ton per bulan.
"Pesanan sebenarnya selalu ada setiap bulan. Hanya saja menjelang Lebaran biasanya memang meningkat cukup banyak," pungkasnya.