Laikiae, Usaha Kue Kering Lusy Anawati yang Lahir dari Hobi Memasak
- 09 Mar 2026 14:47 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Berawal dari hobi memasak dan membuat kue sejak masa sekolah, Lusy Anawati kini berhasil mengembangkan usaha kuliner rumahan bernama Laikiae. Usaha tersebut menghadirkan berbagai jenis kue kering dan jajanan tradisional yang dibuat dengan resep khas hasil pembelajaran secara otodidak.
Lusy Anawati mengungkapkan bahwa nama Laikiae dipilih karena mudah diucapkan dan mudah diingat oleh pelanggan. Nama tersebut juga menjadi identitas dari kecintaannya terhadap dunia memasak dan membuat kue yang sudah digeluti sejak lama.
Kegemaran memasak Lusy dimulai sejak ia masih duduk di bangku SMA. Berbekal rasa penasaran dan minat yang tinggi, ia mulai mencoba berbagai resep kue yang ia pelajari dari majalah masakan. Tanpa pernah mengikuti kursus atau pelatihan khusus memasak, Lusy mempelajari semuanya secara mandiri.
“Semua makanan yang saya buat berasal dari hasil belajar sendiri. Saya tidak pernah ikut les, semuanya saya pelajari dari membaca majalah masakan,” ujar Lusy pada Program Jagongan UMKM, Minggu (8/3/2026).
Kue pertama yang ia buat adalah kastengel, yang hingga kini tetap menjadi salah satu produk andalan Laikiae. Dari satu jenis kue tersebut, Lusy terus mengembangkan berbagai resep hingga kini mampu memproduksi banyak jenis kue lainnya.
Produk Laikiae tidak hanya terbatas pada kue kering saja. Usaha ini juga menghadirkan berbagai kue basah dan jajanan tradisional seperti kaloci, ongol-ongol, kue beras, serta berbagai camilan lainnya yang banyak diminati pelanggan.
Proses menemukan resep yang tepat juga tidak instan. Lusy mengaku harus mencoba berbagai resep dan melakukan banyak percobaan hingga akhirnya menemukan komposisi rasa yang pas. Proses tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama, namun menjadi pengalaman penting dalam membangun kualitas produknya.
Menariknya, kastengel buatan Lusy memiliki keunggulan tersendiri. Kue tersebut dirancang dengan komposisi gula dan garam yang telah disesuaikan sehingga rasanya tidak terlalu manis maupun terlalu asin. Dengan pengukuran yang tepat, kastengel tersebut bahkan dapat dinikmati oleh orang yang memiliki kondisi seperti diabetes maupun tekanan darah tinggi.
“Dari bahan-bahan yang ada, saya mengurangi penggunaan gula dan garam agar kue saya aman dikonsumsi oleh masyarakat yang memiliki penyakit tertentu” tegasnya.
Dalam perjalanannya, usaha Laikiae juga menghadapi berbagai tantangan, terutama saat pandemi. Untuk tetap bertahan, Lusy menerapkan sistem pre-order (PO) sehingga produksi dapat disesuaikan dengan jumlah pesanan yang masuk. Cara tersebut dinilai efektif untuk menjaga kualitas sekaligus meminimalkan risiko kerugian.
Peran pemerintah juga turut membantu perkembangan usaha Laikiae. Melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag), Lusy pernah mengikuti berbagai penyuluhan dan pelatihan pengembangan produk UMKM hingga empat kali. Pelatihan tersebut memberikan banyak wawasan baru dalam meningkatkan kualitas serta daya saing produknya.
Saat ini Laikiae menawarkan berbagai produk dengan harga yang terjangkau. Beberapa di antaranya adalah kue kastengel setengah kilogram seharga Rp200 ribu, bangket setengah kilogram Rp80 ribu, kue beras bawang kating Rp20 ribu, ongol-ongol Rp18 ribu, serta kaloci mente Rp20 ribu.
Untuk pemesanan, pelanggan dapat melakukan pre-order dengan menghubungi nomor WhatsApp 082337419993.
Melalui usaha Laikiae, Lusy berharap dapat terus menghadirkan berbagai kue dan jajanan yang tidak hanya lezat tetapi juga dibuat dengan sepenuh hati. Bagi Lusy, memasak bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk kecintaan terhadap kuliner yang telah ia tekuni sejak lama. (Bintang)