Ekonomi Kota Malang Tumbuh 5,92 Persen pada 2025
- 04 Mar 2026 10:24 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Perekonomian Kota Malang pada tahun 2025 mengalami pertumbuhan positif sebesar 5,92 persen (year-on-year/y-on-y). Capaian ini menunjukkan adanya percepatan dibandingkan tahun 2024 yang tumbuh 5,41 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Umar Sjaifuddin mengatakan, pertumbuhan tersebut menandai pemulihan dan penguatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor strategis.
“Pertumbuhan 5,92 persen ini menunjukkan kondisi ekonomi Kota Malang yang tetap kuat dan stabil. Setelah sempat melambat pada periode 2022–2024, tahun ini kembali mengalami percepatan,” kata Umar, Rabu (4/3/2026).
Secara historis, pertumbuhan ekonomi Kota Malang tercatat sebesar 6,32 persen pada 2022, melambat menjadi 6,07 persen pada 2023, dan kembali turun menjadi 5,41 persen pada 2024. Pada 2025, laju pertumbuhan kembali meningkat menjadi 5,92 persen.
Jika dibandingkan dengan capaian regional dan nasional, pertumbuhan ekonomi Kota Malang lebih tinggi dari Provinsi Jawa Timur yang tumbuh 5,33 persen, serta pertumbuhan ekonomi nasional atau Indonesia sebesar 5,11 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Umar Sjaifuddin mengatakan, pertumbuhan tersebut menandai pemulihan dan penguatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor strategis.
“Pertumbuhan 5,92 persen ini menunjukkan kondisi ekonomi Kota Malang yang tetap kuat dan stabil. Setelah sempat melambat pada periode 2022–2024, tahun ini kembali mengalami percepatan,” kata Umar, Rabu (4/3/2026).
Secara historis, pertumbuhan ekonomi Kota Malang tercatat sebesar 6,32 persen pada 2022, melambat menjadi 6,07 persen pada 2023, dan kembali turun menjadi 5,41 persen pada 2024. Pada 2025, laju pertumbuhan kembali meningkat menjadi 5,92 persen.
Jika dibandingkan dengan capaian regional dan nasional, pertumbuhan ekonomi Kota Malang lebih tinggi dari Provinsi Jawa Timur yang tumbuh 5,33 persen, serta pertumbuhan ekonomi nasional atau Indonesia sebesar 5,11 persen.
“Baik Kota Malang, Jawa Timur, maupun nasional sama-sama mengalami percepatan pertumbuhan pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Dari sisi nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Malang tahun 2025 atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp108.152,82 miliar, sedangkan atas dasar harga konstan sebesar Rp67.125,46 miliar.
Berdasarkan lapangan usaha, sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor menjadi penyumbang terbesar terhadap PDRB dengan kontribusi 28,50 persen. Disusul Industri Pengolahan sebesar 27,65 persen, serta Konstruksi yang menempati peringkat ketiga.
“Dari sisi pertumbuhan sektoral, lapangan usaha Transportasi dan Pergudangan mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 10,26 persen. Sementara itu, beberapa sektor mengalami kontraksi, yakni Pertanian, Pengadaan Air, serta Pertambangan dan Penggalian,” tutur Umar.
Dari sisi pengeluaran, struktur perekonomian Kota Malang masih didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga dengan kontribusi 68,05 persen dan tumbuh 5,41 persen pada 2025.
Dari sisi nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Malang tahun 2025 atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp108.152,82 miliar, sedangkan atas dasar harga konstan sebesar Rp67.125,46 miliar.
Berdasarkan lapangan usaha, sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor menjadi penyumbang terbesar terhadap PDRB dengan kontribusi 28,50 persen. Disusul Industri Pengolahan sebesar 27,65 persen, serta Konstruksi yang menempati peringkat ketiga.
“Dari sisi pertumbuhan sektoral, lapangan usaha Transportasi dan Pergudangan mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 10,26 persen. Sementara itu, beberapa sektor mengalami kontraksi, yakni Pertanian, Pengadaan Air, serta Pertambangan dan Penggalian,” tutur Umar.
Dari sisi pengeluaran, struktur perekonomian Kota Malang masih didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga dengan kontribusi 68,05 persen dan tumbuh 5,41 persen pada 2025.
“Adapun komponen dengan pertumbuhan tertinggi adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 7,23 persen. Sementara konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh 5,94 persen, lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 12,51 persen,” paparnya.
Umar menegaskan, capaian ini menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat di Kota Malang ke depan.
Umar menegaskan, capaian ini menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat di Kota Malang ke depan.