Menanamkan Nilai Ramadan lewat Read Aloud

  • 12 Mar 2026 15:05 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat bagi keluarga untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak sejak dini. Tidak hanya melalui ibadah, orang tua juga bisa mengenalkan makna Ramadan lewat kegiatan sederhana namun bermakna, salah satunya melalui read aloud atau membaca nyaring bersama anak. Metode ini dinilai mampu menjadi sarana belajar yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak. Melalui cerita yang dibacakan, anak tidak hanya mendengar kisah, tetapi juga diajak memahami berbagai nilai seperti empati, kebaikan, dan spiritualitas.

Koordinator Kapten Divisi Event Planning Komunitas Read Aloud Malang Raya, Roshinta Meta Abriana atau yang akrab disapa Kak Ros, kepada RRI Malang pada Kamis (12/3/2026) menjelaskan bahwa read aloud bukan sekadar membacakan buku. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi cara membangun kedekatan emosional antara anak dan orang tua. “Read aloud itu bukan hanya membaca cerita, tetapi juga membangun bonding antara orang tua dan anak, bahkan dengan caregiver. Anak jadi lebih dekat dengan cerita dan bisa memahami suatu kisah dari banyak perspektif sehingga lebih terbuka menerima pesan yang ada di dalamnya,” ujar Kak Ros.

Sementara itu, Guru sekaligus Founder Omah E Mbak Fifi, Kiflaini Noer Mawaddah, menilai read aloud mampu membuat anak melihat buku sebagai sesuatu yang menarik. Ia mengatakan bahwa kebiasaan membaca nyaring sebenarnya bisa dipelajari oleh siapa saja, termasuk orang tua yang belum terbiasa membacakan cerita untuk anak. “Orang tua sebenarnya hanya perlu mencoba dulu. Tidak harus sempurna. Bacakan saja dari buku, kalau anak terdistraksi tidak apa-apa, coba lagi. Lama-lama anak akan merasa bahwa buku itu menarik dan menyenangkan,” jelas Kak Fifi.

Melalui kegiatan membaca nyaring, anak juga dapat belajar memahami pesan moral dari cerita yang dibacakan. Setelah cerita selesai, orang tua bisa mengajak anak berdiskusi secara santai agar mereka lebih memahami makna cerita tersebut. Dengan pendekatan yang tidak menggurui, anak akan merasa dihargai dan lebih terbuka menyampaikan pendapatnya. Ramadan pun bisa menjadi momen yang tepat untuk membangun kebiasaan literasi keluarga sekaligus mempererat hubungan antara orang tua dan anak melalui cerita-cerita yang penuh nilai kebaikan.

Rekomendasi Berita