Puasa Latih Karakter Anak sejak Dini
- 10 Mar 2026 15:18 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Puasa di bulan Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban ibadah bagi umat Islam, tetapi juga menjadi sarana penting dalam membentuk karakter positif pada anak. Melalui pengalaman menahan lapar, haus, serta mengendalikan diri, anak belajar banyak nilai kehidupan seperti kesabaran, kejujuran, hingga empati kepada sesama. Momentum Ramadan pun menjadi waktu yang tepat bagi orang tua untuk mengenalkan makna puasa secara lebih mendalam kepada anak, bukan sekadar sebagai ritual tahunan.
Dalam dialog bersama RRI Malang, konselor anak dan keluarga dari Harum Family Center Malang, Abyz Wigati, S.Psi, menjelaskan bahwa proses melatih anak berpuasa harus dilakukan dengan pendekatan yang penuh kesabaran. Orang tua tidak dianjurkan menakut-nakuti anak dengan ancaman dosa jika tidak berpuasa. “Orang tua justru perlu menjelaskan bahwa mereka memiliki tanggung jawab di hadapan Allah untuk mendidik anak belajar berpuasa. Jadi pendekatannya adalah mengajak anak belajar, bukan menakut-nakuti,” ujar Abyz pada Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, bagi anak usia prasekolah, orang tua bisa menggunakan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami. Ia mencontohkan analogi metamorfosis ulat menjadi kupu-kupu sebagai gambaran bahwa proses puasa akan membawa perubahan yang baik dalam diri seseorang. “Anak-anak perlu dipahamkan bahwa dari puasa ada nilai yang diperoleh. Seperti ulat yang berproses menjadi kupu-kupu, manusia juga belajar menjadi lebih baik melalui puasa,” jelasnya.
Sementara pada anak usia sekolah dasar, latihan puasa bisa dilakukan lebih serius, misalnya mencoba puasa hingga waktu tertentu seperti dhuhur atau bahkan maghrib. Namun, jika anak belum kuat, orang tua tidak perlu memaksakan. “Puasa memang belum wajib bagi anak. Kalau orang tua tidak tega dan anak perlu makan, tidak masalah. Yang penting anak tetap belajar nilai positif dari puasa, seperti empati kepada orang yang merasakan lapar setiap hari,” kata Abyz.