Apresiasi Lebih Penting dari Hadiah untuk Anak Berpuasa

  • 10 Mar 2026 14:55 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Ramadan menjadi kesempatan bagi orang tua untuk melatih kemandirian anak melalui berbagai aktivitas sehari-hari. Kegiatan seperti bangun sahur, membantu menyiapkan hidangan berbuka, hingga ikut salat tarawih dapat menjadi pengalaman yang memperkuat rasa tanggung jawab pada anak. Namun, dalam proses ini orang tua disarankan untuk lebih fokus pada apresiasi daripada tuntutan.

Konselor Anak dan Keluarga dari Harum Family Center Malang, Abyz Wigati, S.Psi kepada RRI Malang pada Selasa (10/3/2026), menilai bahwa pendekatan apresiatif jauh lebih efektif dalam membangun karakter anak. “Fokusnya jangan pada apa yang harus dikerjakan anak, tetapi pada apa yang sudah mereka lakukan. Berikan apresiasi atas usaha anak, sekecil apa pun itu,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kebiasaan sebagian orang tua yang menjanjikan hadiah agar anak mau berpuasa. Menurutnya, metode tersebut dapat berdampak kurang baik jika dilakukan secara terus-menerus. “Reward memang bisa memotivasi, tetapi sebaiknya tidak dijanjikan di awal. Kalau sejak awal sudah dijanjikan hadiah, anak bisa terbiasa melakukan sesuatu secara transaksional,” kata Abyz.

Sebagai alternatif, ia menyarankan agar hadiah diberikan sebagai bentuk kejutan atau apresiasi setelah anak berusaha menjalani puasa. Orang tua juga dapat menanamkan pemahaman bahwa kebaikan akan kembali kepada diri sendiri. “Sampaikan kepada anak bahwa kebaikan yang mereka lakukan akan membawa kebaikan juga. Rezeki itu datang dari Allah, bisa saja melalui orang tua,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita