Dibalik Dapur MBG, Operasi Logistik dan Pengawasan Berlapis
- 02 Mar 2026 14:28 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Setiap pagi, ribuan kotak makan disiapkan dari dapur SPPG untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah. Di balik proses itu, ada sistem operasional yang ketat dan berlapis, mulai dari verifikasi mitra hingga pengawasan harian oleh pemerintah.
Dalam dialog Malang Menyapa di RRI Malang dengan tema “Mengenal Mitra Dapur SPPG Program MBG” Jumat (28/2/2026) pagi, Danny Agung Prastiyo menjelaskan bahwa untuk menjadi mitra dapur, pelaku usaha harus lolos verifikasi online dan membangun dapur standar MBG dalam waktu 45 hari. “Minimal luas lahan 400 meter persegi, semua peralatan stainless steel, ada ducting, high pressure stove, dan ruang pendingin,” paparnya.
Di dalam dapur, terdapat tiga elemen pengawas dari Badan Gizi Nasional, yakni Kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan. Ahli gizi memastikan komposisi karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah terpenuhi sesuai standar. Sementara akuntan mengawasi transparansi anggaran.
SPPG Pandanwangi 1 sendiri melayani sekitar 2.100 penerima manfaat, mulai dari PAUD hingga SMA, termasuk sekitar 200 ibu hamil dan menyusui. Bahan baku diprioritaskan dari UMKM lokal di wilayah Pandanwangi. “Program ini juga menggerakkan ekonomi sekitar dapur,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui tantangan distribusi dan ekspektasi publik cukup besar. Penentuan wilayah distribusi dilakukan oleh Badan Gizi Nasional agar tidak terjadi tumpang tindih antar mitra. Pengawasan juga melibatkan koordinator wilayah dan unsur kewilayahan untuk memastikan distribusi tepat sasaran.
Sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Malang, Danny menegaskan keterlibatannya sebagai mitra merupakan bentuk dukungan terhadap program prioritas nasional. Ia meminta pengawasan tetap diperketat dan sanksi tegas diberikan bagi mitra yang melanggar. “Kalau ada yang tidak amanah atau lalai hingga membahayakan anak-anak, kontraknya harus diputus,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat bersikap objektif. “Kritik sangat kami butuhkan untuk perbaikan. Tujuan kita sama, memastikan generasi masa depan mendapatkan asupan bergizi dan aman,” tutupnya.