Penyuluh Katolik: Kemurahan Hati Tuhan Bukan Soal Lama Bekerja

  • 21 Sep 2026 21:38 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kemurahan hati Tuhan tidak diukur dari lamanya manusia bekerja. Penyuluh Agama Katolik Rona Isa menyampaikannya lewat Mimbar Agama Katolik RRI Pro 1 Makassar, Minggu, 20 September 2026.

Renungan bertema "Kemurahan Hati Tanpa Batas" itu bertolak dari bacaan Minggu Biasa ke-25. Bacaan tersebut memuat Yesaya 55:6-9 dan Matius 20:1-16a.

Rona mengajak pendengar membayangkan pekerja yang bekerja sejak subuh hingga malam. Ia menilai perasaan tidak adil mudah muncul saat orang lain menerima upah yang sama.

"Manusia mengukur segalanya dengan kalkulasi matematika. Berapa jam bekerja, berapa hasil yang pantas, dan sejauh mana prestasinya," ujar Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kota Makassar, Rona Isa, S.Ag.

Menurut Rona, Nabi Yesaya menegaskan bahwa rancangan Tuhan berbeda dari rancangan manusia. Jaraknya bagaikan langit dan bumi.

"Manusia cenderung membuat rencana berdasarkan apa yang kelihatan, apa yang nyaman, dan apa yang instan," kata Rona.

Ia lalu mengulas perumpamaan pemilik kebun anggur dalam Injil Matius. Sang pemilik keluar sejak pagi hingga petang untuk mengajak para pekerja.

Saat upah dibagikan, pekerja satu jam terakhir menerima satu dinar, sama seperti pekerja seharian. Para pekerja awal pun bersungut-sungut. Sang pemilik menjawab bahwa ia bebas memakai miliknya dan murah hati.

Rona membedakan keadilan dan kemurahan hati. Pekerja pertama menerima satu dinar sesuai kesepakatan, itulah keadilan. Pekerja petang juga menerima satu dinar, itulah kemurahan hati.

"Tuhan tidak pernah mengurangi hak siapa pun, tetapi Ia melimpahkan rahmat-Nya kepada yang membutuhkan," tegas Rona.

Ia menambahkan, para pekerja awal lupa bersyukur atas pekerjaan dan upah yang mereka terima. Hati yang dikuasai iri hati dan amarah membuat kebaikan Allah tidak terasa. Rasa syukur justru menghadirkan sukacita, besar maupun kecil pemberian itu.

Rona menutup dengan pesan Santo Paulus dalam Filipi 1:21. Fokus hidup bukan menghitung keuntungan pribadi, melainkan hidup yang berpadanan dengan Injil Kristus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....