Kemerdekaan Sejati Terwujud Melalui Kehidupan yang Takut Akan Tuhan

  • 19 Agt 2026 19:48 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Kemerdekaan sejati tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kebebasan dari belenggu dosa dan kehidupan yang berlandaskan kebenaran. Kemerdekaan tersebut dinilai harus diwujudkan melalui sikap takut akan Tuhan, menaati firman, serta bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Pendeta Sebastianus Baas dalam program Santapan Rohani Pro 1 RRI Makassar. Dalam pembelajaran bertema kemerdekaan Kristen, ia mengajak umat merenungkan Surat Roma 6:15-23 yang membahas dua bentuk perhambaan, yakni perhambaan kepada dosa dan perhambaan kepada kebenaran, Rabu (19/08/2026).

Menurutnya, pengorbanan Yesus Kristus telah memberikan kemerdekaan kepada orang percaya. Namun, kemerdekaan tersebut bukan berarti kebebasan untuk melakukan segala sesuatu tanpa batas, melainkan kesempatan untuk meninggalkan dosa dan menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak Tuhan.

Sebastianus mengatakan kehidupan orang percaya seharusnya tercermin melalui kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, serta kesediaan menghormati dan melayani sesama. “Kristus telah memerdekakan kita dari dosa. Karena itu, kehidupan orang percaya harus mencerminkan kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian kepada sesama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para pejabat dan pelayan masyarakat yang beragama Kristen agar menggunakan jabatan yang dipercayakan untuk melayani masyarakat, bukan mengejar kepentingan pribadi. Menurutnya, penyalahgunaan kewenangan maupun pengabaian terhadap hak masyarakat menunjukkan masih adanya belenggu dosa dalam kehidupan seseorang.

Tanggung jawab menjaga integritas, lanjutnya, juga berlaku bagi para pelayan Tuhan. Kepercayaan yang diberikan dalam pelayanan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab karena firman Tuhan tidak hanya menjadi pedoman bagi jemaat, tetapi juga menjadi pengingat bagi setiap orang yang melayani.

Dalam kesempatan tersebut, Sebastianus mengutip Galatia 5 yang mengajarkan agar kemerdekaan digunakan untuk melayani satu sama lain dalam kasih. Karena itu, umat diajak menjauhi sikap iri hati, permusuhan, maupun perilaku saling menyakiti yang dapat merusak hubungan dalam kehidupan bersama.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, menurutnya, juga dapat menjadi momentum bagi umat untuk melakukan refleksi sekaligus menghargai pengorbanan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Ia berharap umat Kristiani dapat memaknai kemerdekaan secara utuh, tidak hanya sebagai kebebasan lahiriah sebagai warga negara, tetapi juga sebagai kemerdekaan rohani. Kehidupan yang takut akan Tuhan, menghormati sesama, dan mengamalkan kasih dinilai menjadi wujud nyata kemerdekaan yang bertanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....