Kasih kepada Sesama Didorong melalui Tindakan Nyata
- 11 Agt 2026 20:46 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Umat Kristiani diajak tidak berhenti pada pemahaman dan pengucapan firman Tuhan, tetapi mewujudkan kasih kepada sesama melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Pdt. Sebastianus Baas dalam program Santapan Rohani Pro 1 RRI Makassar, Senin (10/8/2026), melalui pembelajaran dari kisah Orang Samaria yang Murah Hati dalam Injil Lukas 10:25-37.

Menurutnya, kisah tersebut mengajarkan bahwa kasih kepada sesama bukan sekadar pengetahuan maupun ucapan, melainkan harus diwujudkan melalui kepedulian dan tindakan. Hal itu tergambar dari seorang Samaria yang menolong korban perampokan yang ditemukan dalam kondisi terluka.
Ia menyoroti sikap seorang imam dan orang Lewi yang melihat korban, tetapi memilih melewatinya. Berbeda dengan keduanya, orang Samaria tergerak oleh belas kasihan dan memberikan pertolongan dengan membalut luka korban, membawanya ke tempat penginapan, merawatnya, hingga menyediakan biaya untuk perawatan selanjutnya.
Pdt. Sebastianus mengatakan kisah tersebut menjadi pengingat bagi umat, khususnya para pelayan Tuhan, agar tidak hanya mampu menyampaikan firman, tetapi juga memberikan teladan melalui perbuatan. Menurutnya, kemampuan memahami dan menghafal ayat-ayat Alkitab perlu diikuti dengan penerapan nilai kasih dalam kehidupan.
“Jangan hanya ngomong saja, praktikkan. Tuhan Yesus mau supaya kita praktikkan dalam hidup kita sehari-hari,” ujarnya.
Ia menegaskan, kasih kepada sesama tidak dibatasi oleh suku, agama, maupun latar belakang. Setiap orang dipanggil untuk saling mengasihi, menghargai, dan menghormati, termasuk ketika berhadapan dengan orang yang membutuhkan pertolongan.
Pesan tersebut juga diperkuat melalui kutipan Amsal 19:17 tentang belas kasihan kepada orang lemah serta Amsal 11:17 mengenai kemurahan hati. Ia mengajak umat tidak mengeraskan hati ketika melihat orang lain mengalami kesulitan, tetapi mengambil tindakan sesuai kemampuan.
Dalam kesempatan itu, Pdt. Sebastianus membagikan pengalamannya ketika menolong seorang pemuda yang mengalami kecelakaan di kawasan Jalan Masjid Raya Makassar. Ia meminta bantuan untuk membawa korban ke rumah sakit sekaligus berupaya menghubungi keluarga korban setelah menemukan identitasnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kepedulian kepada sesama dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana. Karena itu, umat diajak mengevaluasi kehidupan masing-masing dan menjadikan kasih serta kemurahan hati sebagai bagian dari praktik iman, sehingga kehadiran orang percaya dapat benar-benar memberikan manfaat bagi sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....