Distribusi Air Bersih di Makassar Diperluas, Tembus 157 Titik

  • 09 Sep 2026 12:33 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Pemerintah Kota Makassar memperluas distribusi air bersih menyusul meningkatnya dampak kekeringan di sejumlah wilayah. Dalam operasi Tanggap Darurat Bencana (TDB) Kekeringan, penyaluran air bersih hari ini telah mencapai 157 titik.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya yang berada pada kisaran 30 hingga 70 titik distribusi per hari. Perluasan cakupan dilakukan untuk merespons kebutuhan masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih.

Tim di lapangan terus melakukan pemantauan dan pemetaan wilayah terdampak untuk menentukan titik prioritas penyaluran. Langkah ini dilakukan agar distribusi air dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muh Fadli Tahar mengatakan peningkatan jumlah titik distribusi merupakan bagian dari strategi respons dinamis selama masa tanggap darurat. “Hari ini distribusi sudah mencapai 157 titik. Jumlah ini akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Prinsip kami, ketika kebutuhan masyarakat meningkat, kapasitas respons pemerintah juga harus meningkat,” kata Fadli, Rabu, 9 September 2026.

Dikatakan, penanganan kekeringan tidak dapat dilakukan dengan pola distribusi yang sama setiap hari. Kondisi sumber air dan kebutuhan masyarakat terus berubah sehingga pola penyaluran harus mengikuti perkembangan situasi di lapangan.

Operasi distribusi air bersih melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, Damkarmat, PMI, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BBWS, PDAM, pemerintah kecamatan dan kelurahan, hingga relawan. Kolaborasi lintas sektor tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus mempercepat penyaluran air kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dari 30, 70, Kini 157 Titik

Perkembangan jumlah titik distribusi menunjukkan adanya peningkatan respons pemerintah terhadap kondisi kekeringan di Kota Makassar. Dari sekitar 30 titik per hari, cakupan kemudian meningkat menjadi 70 titik dan kini mencapai 157 titik.

BPBD Makassar memastikan pemantauan terhadap wilayah terdampak terus dilakukan. Penambahan titik distribusi akan disesuaikan dengan hasil asesmen lapangan serta tingkat kebutuhan masyarakat.

Fadli menegaskan, operasi distribusi air bersih merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama status tanggap darurat kekeringan berlangsung. “Kami tidak ingin masyarakat menunggu terlalu lama. Air harus sampai kepada warga yang membutuhkan. Karena itu, operasi terus kami perluas berdasarkan kondisi aktual di lapangan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Makassar mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih untuk menyampaikan informasi melalui pemerintah kecamatan dan kelurahan. Informasi tersebut selanjutnya dapat ditindaklanjuti oleh tim di lapangan sesuai hasil asesmen dan skala prioritas.

Dengan meningkatnya cakupan distribusi menjadi 157 titik, operasi TDB kekeringan di Makassar memasuki fase respons yang semakin luas. Pemerintah memastikan penyaluran air bersih terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....