BMKG Prediksi Musim Hujan di Sulsel Mundur ke November
- 30 Sep 2026 21:34 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — El Nino diprediksi masih berlangsung hingga Oktober 2026 di Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut berpotensi membuat awal musim hujan mundur hingga November-Desember. Hal ini diungkapkan, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Nasrol Adil.
Menurutnya, kemunduran musim hujan ini disebabkan penguatan dari El-Nino dan secara normal baru akan terjadi hujan nanti di November-Desember 2026,, diprediksi bergeser sekitar 2-3 dasarian. "Kemunduran musim hujan ini, memang ada dari unsur peningkatan El Nino, namun bukan berarti tidak ada hujan. Musim hujan secara normal terjadi di periode-periode November-Desember, tetapi ada kemunduran dari 2-3 dasarian," Nasrol Adil, Selasa 29 September 2026 di Kantor Gubernur Sulsel.
Nasrol menjelaskan kemunduran musim hujan bukan berarti Sulsel tidak mengalami hujan. Hujan tetap berpotensi terjadi pada Oktober, namun intensitasnya belum merata. Informasi cuaca tersebut menjadi acuan kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat. Data BMKG juga dapat dimanfaatkan dalam perencanaan pembangunan berbagai sektor.
Untuk 2027, sejumlah wilayah Sulsel diperkirakan mulai memasuki periode hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi. Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar diperkirakan memiliki intensitas tinggi. Sementara Toraja, Luwu, dan Luwu Timur juga mulai memasuki periode hujan. “Bukan tidak ada hujan, hanya intensitasnya yang berkurang,” ujarnya.
Nasrol menegaskan informasi BMKG tidak hanya digunakan untuk penanganan kebencanaan. Data cuaca dan iklim juga penting sebagai dasar perencanaan pembangunan. Pemerintah daerah dapat menyesuaikan kebijakan dengan kondisi iklim yang berkembang. “Informasi ini bukan hanya untuk kesiapsiagaan bencana, tetapi juga pembangunan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sulsel Amson Padolo mengatakan pihaknya mengantisipasi kemunduran musim hujan berdasarkan informasi BMKG. Hujan ringan diperkirakan mulai terjadi pada Oktober, sedangkan kondisi yang lebih konsisten diperkirakan berlangsung pada November. Karena itu, kebutuhan air bersih masyarakat masih menjadi perhatian. “Berdasarkan rilis BMKG, musim hujan diprediksi mundur ke November,” ujar Amson.
Amson meminta pemerintah daerah tetap mengantisipasi dampak kemarau yang masih berlangsung. Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang perlu dipastikan selama periode tersebut. BPBD juga terus mendorong kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Langkah antisipasi dilakukan meski curah hujan diperkirakan belum tinggi.
Ia mengingatkan masyarakat tetap mengikuti informasi resmi BMKG dan pemerintah daerah. Kesiapsiagaan diperlukan untuk menghadapi perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Pemerintah juga akan menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan perkembangan cuaca di masing-masing wilayah. “Semua harus senantiasa waspada dan siapsiaga,” pungkas Amson.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....