Penerapan E50 Dinilai Masih Butuh Kesiapan Infrastruktur dan Kendaraan
- 30 Sep 2026 18:57 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Rencana pemerintah menerapkan bahan bakar campuran etanol hingga E50 dinilai masih membutuhkan persiapan panjang. Pengamat Energi dari universitas Muslim Indonesia UMI Makassar Ir. H. Syarifuddin Nojeng, M.T., Ph.D. diwawancara RRI Makassar Rabu siang 30 September 2026 menyebut kesiapan teknis dan nonteknis menjadi tantangan utama.
Menurut Syarifuddin, penerapan etanol saat ini masih berada dalam tahap pengembangan. Program tersebut perlu dilakukan bertahap sebelum mencapai campuran etanol 50 persen.
"Program etanol itu masih butuh tahapan, baik dari segi teknis maupun nonteknis. Penerapan E10 saja masih membutuhkan proses sebelum pemerintah dapat menuju E50,"tutur Sjarifuddin.
Salah satu kebutuhan utama adalah ketersediaan bahan baku etanol. Bahan baku tersebut antara lain dapat berasal dari tapioka dan tebu yang membutuhkan kesiapan lahan.
Selain bahan baku, pemerintah juga perlu menyiapkan infrastruktur distribusi. Sifat etanol yang berbeda membuat kebutuhan penyimpanan dan distribusinya juga harus disesuaikan. “Kita harus buat lahannya, yang lebih dulu disiapkan. Infrastruktur distribusi juga perlu dipersiapkan untuk mendukung penggunaan etanol." Ujarnya
Kesiapan kendaraan menjadi tantangan lainnya dalam penerapan bahan bakar berbasis etanol. Kendaraan keluaran terbaru dinilai lebih siap, sementara kendaraan lama belum tentu sesuai dengan campuran etanol yang lebih tinggi.
“Kalau dari segi SDM tidak ada masalah, Pak, kendalanya adalah infrastruktur. Pembangunan pabrik dan penyiapan tangki distribusi menjadi bagian penting dalam pengembangan E50."Tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....