Enrekang Jadi Champion Cabai Jaga Pasokan Nasional

  • 01 Okt 2026 07:00 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kementerian Pertanian menunjuk Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, sebagai salah satu champion cabai nasional. Penunjukan ini untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga cabai antardaerah.

Hal ini diungkapkan, Pelaksana tugas Kepala Bidang Hortikultura Dinas TPHBUN Sulsel Sarijuddin . Ia mengatakan Enrekang menjadi mitra strategis pemerintah, sebagai salah sati daerah pemasok cabaiketika terjadi kekurngan di daerah konsumen. “Kalau di Sulsel,Kabupaten Enrekang ditunjuk sebagai Champion Cabai dan Bawang Merah,”ujarnya, Rabu 30 September 2026.

Sarijuddin menjelaskan, mekanisme pasokan dilakukan melalui koordinasi Kementerian Pertanian dengan daerah champion. Jika suatu daerah mengalami kekurangan stok, pemerintah akan menghubungi champion cabai untuk memenuhi kebutuhan. Enrekang menjadi salah satu daerah yang dapat memasok cabai ke luar Sulsel. “Enrekang ditunjuk sebagai champion cabai oleh Kementerian Pertanian,” kata Sarijuddin.

Menurutnya, Sulsel memiliki produksi cabai yang cukup untuk mendukung kebutuhan daerah lain. Produksi yang berlebih membuat sebagian cabai Sulsel dikirim ke luar provinsi. Selain Enrekang, Jeneponto dan Takalar juga menjadi daerah pemasok cabai antardaerah. Kondisi tersebut menunjukkan posisi Sulsel sebagai salah satu sentra produksi cabai.

Ia menyebut produksi cabai Sulsel yang tersedia untuk dipasarkan mencapai sekitar 13 ribu ton. Sebagian produksi tersebut lebih banyak dikirim ke daerah lain dibandingkan memenuhi pasar Kota Makassar. Distribusi keluar daerah dilakukan ketika harga di daerah tujuan lebih menarik bagi petani. “Produksi kita cukup, sehingga sebagian dipasarkan ke luar Sulsel,” ujarnya.

Sarijuddin mengatakan Pemprov Sulsel belum menetapkan daerah champion cabai di tingkat provinsi. Pemerintah daerah kini lebih fokus menata distribusi agar kebutuhan cabai di Kota Makassar tetap terpenuhi. Ketersediaan pasokan di pasar konsumen dinilai penting untuk mencegah kelangkaan dan tekanan harga. “Yang perlu ditata adalah bagaimana cabai selalu tersedia di Makassar,” katanya.

Menurutnya, pengaturan distribusi diperlukan agar petani tetap memperoleh keuntungan sekaligus menjaga pasokan lokal. Pemerintah berharap sebagian produksi dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar Sulsel sebelum dikirim ke luar daerah. Langkah tersebut juga diharapkan menjaga kestabilan harga cabai di tingkat konsumen. “Jangan sampai kekurangan di Makassar kemudian memicu inflasi,” ujar Sarijuddin.

Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah terus mendorong penguatan sentra produksi dan distribusi cabai. Enrekang menjadi bagian dari jejaring pemasok nasional yang dapat digerakkan ketika daerah lain mengalami kekurangan pasokan. Pemprov Sulsel juga perlu memastikan keseimbangan antara kepentingan petani dan kebutuhan pasar lokal. “Harapannya petani tetap mendapat harga baik dan pasar Sulsel terjaga,” pungkas Sarijuddin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....