UNM Terus Kembangkan Terminal Water V2.0, Wujudkan Layanan Air Minum Berkelanjutan

  • 28 Agt 2026 18:19 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Universitas Negeri Makassar (UNM) terus melakukan pengembangan riset dan inovasi teknologi melalui pengembangan Terminal Water V2.0. Sebuah sistem pelayanan air minum pintar (smart water service) yang mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT), sensor kualitas air, sistem otomatisasi, serta kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung penyediaan air minum yang lebih higienis, efisien, dan ramah lingkungan.

Terminal Water dikembangkan sebagai respons terhadap meningkatnya penggunaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) sekali pakai yang berkontribusi terhadap permasalahan sampah plastik. Melalui inovasi ini, UNM berupaya menghadirkan alternatif layanan air minum berbasis pengisian ulang (refill system) yang mendorong penggunaan wadah pakai ulang serta mengurangi ketergantungan terhadap kemasan plastik sekali pakai.

Pengembangan Terminal Water merupakan bagian dari riset berkelanjutan yang mengintegrasikan dua pendekatan teknologi utama, yaitu Public Smart Dispenser (PSD) sebagai sistem layanan distribusi air minum publik berbasis digital dan Smart Water System (SWS) sebagai sistem produksi serta pemantauan kualitas air berbasis sensor. Integrasi kedua sistem tersebut menjadi dasar pengembangan Terminal Water sebagai konsep smart depot masa depan.

Tim peneliti bersama mitra melaksanakan instalasi dan pemeriksaan perangkat Terminal Water untuk memastikan kesiapan sistem sebelum dioperasikan. (Foto : Humas UNM)

Menurut , pengembang Terminal Water, Dr. Eng. Ir. Jumadi Mabe Parenreng inovasi ini terus dikembangkan untuk menghadirkan sistem layanan air minum yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan air, tetapi juga menggabungkan aspek teknologi, lingkungan, dan keberlanjutan.

“Terminal Water dikembangkan sebagai ekosistem layanan air minum pintar yang menggabungkan teknologi sensor, sistem digital, dan otomatisasi. Saat ini penelitian masih terus dilakukan untuk menyempurnakan berbagai fitur agar sistem ini dapat memberikan layanan air minum yang lebih aman, mudah digunakan, dan memiliki dampak nyata terhadap pengurangan sampah plastik," jelas Dr Jumadi saat dikonfirmasi, Jumat, 29 Agustus 2026.

Pada pengembangan terbaru, Terminal Water V2.0 mengalami sejumlah penyempurnaan, terutama pada aspek otomatisasi layanan, pemeriksaan kualitas air, serta peningkatan kecerdasan sistem. Salah satu pengembangan utama adalah integrasi sistem monitoring kualitas air berbasis sensor yang memungkinkan parameter air dipantau secara real time. Data hasil pemantauan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas air yang dihasilkan tetap terjaga.

Selain itu, penelitian juga diarahkan pada pengembangan sistem pengisian air otomatis untuk berbagai kebutuhan pengguna, baik pengisian tumbler maupun galon rumah tangga. Sistem ini dirancang agar mampu memberikan layanan yang lebih fleksibel, dengan tingkat akurasi pengisian yang lebih baik melalui integrasi sensor dan sistem kontrol otomatis.

Pengembangan terbaru lainnya adalah penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk deteksi kelayakan galon. Melalui teknologi pengolahan citra, sistem dikembangkan untuk mengenali kondisi fisik galon sebelum proses pencucian dan pengisian dilakukan. Analisis tersebut mencakup pemeriksaan kondisi fisik, kebersihan visual, bentuk, warna, serta tingkat kelayakan penggunaan kembali.

Unit pengambilan air Terminal Water yang dikembangkan untuk menyediakan layanan pengisian air minum secara mandiri, mudah, dan terpantau.(Foto: Humas UNM)

“Salah satu tantangan dalam sistem refill adalah memastikan wadah yang digunakan tetap memenuhi standar kelayakan. Karena itu, kami mengembangkan sistem berbasis AI yang nantinya dapat membantu melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi galon sebelum masuk ke proses pencucian dan pengisian,” jelas Jumadi.

Dalam pengembangan Terminal Water V2.0, sistem pencucian dan pengisian galon otomatis juga menjadi bagian dari tahapan riset yang terus disempurnakan. Mekanisme pencucian dirancang menggunakan kombinasi sistem penyemprotan dan pembersihan mekanis, sedangkan proses pengisian dilakukan melalui sistem kendali otomatis untuk meningkatkan efisiensi dan higienitas layanan.

Dari sisi digitalisasi, Terminal Water juga dikembangkan dengan sistem monitoring berbasis web yang mampu mencatat aktivitas penggunaan, kondisi perangkat, serta data operasional secara terintegrasi. Sistem ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan layanan berbasis data (data-driven management) dan memberikan informasi yang transparan bagi pengelola maupun mitra kolaborasi.

Pengembangan Terminal Water memiliki nilai strategis dalam mendukung agenda keberlanjutan, khususnya dalam mengurangi penggunaan AMDK sekali pakai. Berdasarkan kajian pengembangan sistem, inovasi ini diarahkan untuk menjadi solusi layanan air minum yang dapat diterapkan pada berbagai ruang publik seperti lingkungan kampus, fasilitas pemerintahan, kawasan pelayanan masyarakat, maupun area komersial.

Saat ini, Terminal Water V2.0 masih berada dalam tahap pengembangan dan pengujian melalui rangkaian penelitian untuk memastikan kesiapan teknologi, keandalan sistem, serta kesesuaian dengan kebutuhan pengguna. Berbagai penyempurnaan masih terus dilakukan, mulai dari integrasi perangkat keras, pengembangan perangkat lunak, pengujian sistem sensor, hingga peningkatan pengalaman pengguna.

Menurut Jumadi, pengembangan inovasi teknologi membutuhkan proses bertahap agar teknologi yang dihasilkan tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata ketika diterapkan.

“Kami ingin memastikan bahwa Terminal Water bukan hanya menjadi sebuah prototipe teknologi, tetapi dapat berkembang menjadi solusi layanan air minum yang berkelanjutan. Karena itu, proses riset dan pengujian terus dilakukan agar teknologi ini semakin matang dan siap dikembangkan lebih luas," kata Jumadi.

Melalui pengembangan Terminal Water V2.0, Universitas Negeri Makassar menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan inovasi teknologi yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan digital, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung pencapaian SDGs 6 melalui peningkatan akses terhadap air minum yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....