Kemenag Jeneponto Sambangi Jombang, Gali Inovasi untuk Layanan Makin Prima
- 30 Agt 2026 09:01 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Jajaran pejabat dan pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jeneponto melakukan studi banding ke Kantor Kemenag Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mencari referensi baru dalam memperkuat tata kelola administrasi, sarana prasarana, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Rombongan Kemenag Jeneponto dipimpin Kepala Kantor Kemenag Jeneponto Muhammad Ahmad Jailani bersama Kasi Bimas Islam Baharuddin M, Kepala KUA Kecamatan Turatea, serta sejumlah staf dan guru ASN. Kehadiran rombongan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana pelayanan dan manajemen kerja diterapkan di Kemenag Jombang, “kita datang untuk melihat secara langsung berbagai inovasi dan tata kelola yang telah diterapkan,” ujar Jailani, dalam keterangannya, Sabtu 29 Agustus 2026.
Kemenag Jombang dipilih sebagai lokasi studi banding karena dinilai memiliki sistem pelayanan berbasis digital serta manajemen operasional yang cukup tertata. Rombongan Kemenag Jeneponto kemudian meninjau Layanan Terpadu Satu Pintu atau LTSP, fasilitas ramah disabilitas, penataan ruang kerja hingga berbagai sarana yang menunjang pelayanan masyarakat.
Tidak hanya melihat fasilitas, kunjungan Kemenag Jeneponto juga diarahkan untuk mempelajari alur pelayanan keagamaan di tingkat Kantor Urusan Agama atau KUA. Pembahasan turut mencakup optimalisasi administrasi dan pengembangan mutu pendidikan madrasah yang diikuti perwakilan guru ASN, “hal-hal yang relevan tentu dapat kita adaptasi dan kembangkan sesuai kondisi serta kebutuhan Kemenag Jeneponto,” kata Jailani.
Menurut Muhammad Ahmad Jailani, studi banding bukan sekadar kunjungan untuk melihat fasilitas yang dimiliki kantor lain. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi berbagai praktik baik yang memungkinkan diterapkan dan dikembangkan di lingkungan Kemenag Jeneponto.
Ia menilai perkembangan sistem pelayanan publik menuntut instansi pemerintah terus melakukan penyesuaian, termasuk dalam pemanfaatan teknologi dan pengelolaan administrasi. Karena itu, pengalaman yang diperoleh dari Kemenag Jombang diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi sekaligus inspirasi bagi jajaran Kemenag Jeneponto, “kita datang untuk melihat secara langsung berbagai inovasi dan tata kelola yang telah diterapkan,” ungkapnya.
Penguatan pelayanan juga menjadi perhatian karena masyarakat membutuhkan proses administrasi yang semakin cepat, jelas dan mudah diakses. Melalui studi banding tersebut, Kemenag Jeneponto ingin memperoleh gambaran mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membuat pelayanan publik lebih efektif tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat.
Jailani berharap kunjungan ke Kemenag Jombang tidak berhenti sebagai kegiatan pertukaran pengalaman antarinstansi. Ia ingin berbagai gagasan yang diperoleh dapat ditindaklanjuti melalui penyesuaian program dan penguatan sistem kerja di lingkungan Kemenag Jeneponto, “semoga kunjungan ini membawa inspirasi dan praktik baik yang dapat kita terapkan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin efektif, modern, dan mudah diakses masyarakat,” harapnya.
Melalui studi banding tersebut, Kemenag Jeneponto diharapkan mampu membawa pulang sejumlah referensi yang dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan daerah. Penguatan pelayanan digital, penataan administrasi, fasilitas ramah disabilitas hingga peningkatan mutu pendidikan madrasah menjadi bagian dari upaya mendorong pelayanan Kemenag yang semakin responsif terhadap masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....