Sebanyak 39 Penghulu Ikuti Uji Kompetensi Jenjang Karier

  • 21 Jul 2026 17:14 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Sebanyak 39 penghulu mengikuti Uji Kompetensi Jabatan Fungsional (JF) Penghulu Tahun 2026 yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 21 hingga 23 Juli 2026 di Aula Kanwil Kemenag Sulsel.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, H. Aminuddin saat membuka kegiatan tersebut memberikan motivasi kepada para peserta yang tengah mengikuti proses kenaikan jenjang jabatan. Ia bahkan menyebut peserta yang mengikuti uji kompetensi sebagai penghulu yang sedang menuju “jenderal”.

“Pagi tadi saya bertemu beberapa peserta. Saya tanya mau ke mana? Mereka menjawab mau ujian jadi jenderal,” ungkap Aminuddin.

Istilah “jenderal” tersebut merujuk pada Penghulu Ahli Muda yang mengikuti uji kompetensi untuk naik jenjang menjadi Penghulu Ahli Madya. Menurut Aminuddin, kesempatan mengikuti uji kompetensi tidak dimiliki oleh semua penghulu.

Para peserta yang hadir merupakan mereka yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan sehingga harus memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal.

“Ini adalah hak setiap penghulu untuk mengikuti penjenjangan karier, dan Anda adalah orang-orang yang terpilih. Maka manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Mudah-mudahan seluruh peserta dinyatakan lulus,” kata Aminuddin.

Namun, Aminuddin mengingatkan bahwa kenaikan jenjang jabatan harus diikuti dengan peningkatan kompetensi dan kualitas pelayanan. Menurutnya, penghulu tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus menguasai kompetensi manajerial, sosial kultural, serta memiliki integritas dan moralitas.

Pada aspek kompetensi teknis, penghulu diminta terus memperbarui wawasan keagamaan seiring dengan berkembangnya berbagai persoalan hukum Islam di tengah masyarakat. Penghulu, kata Aminuddin, harus mampu memberikan jawaban dan solusi terhadap berbagai persoalan fikih kontemporer dengan menguasai ilmu fikih sekaligus memahami regulasi yang berlaku.

Ia mencontohkan berbagai persoalan yang dihadapi penghulu dalam pelayanan masyarakat, mulai dari praktik nikah siri hingga dinamika pelayanan pernikahan yang terus berkembang. Kemampuan memberikan solusi yang tepat, menurutnya, merupakan bagian dari profesionalisme seorang penghulu.

Selain kompetensi teknis, kemampuan manajerial juga dinilai penting, khususnya bagi penghulu yang mendapat amanah sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA). Kemampuan mengelola pelayanan, mengatur waktu, menyelesaikan berbagai pekerjaan secara bersamaan, hingga membangun koordinasi yang baik menjadi bagian dari kompetensi yang harus dimiliki.

Aminuddin juga menekankan pentingnya kompetensi sosial kultural. Penghulu dituntut mampu membangun komunikasi dan kolaborasi dengan kepala desa, imam, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.

“Jangan pernah merasa paling benar karena kita penghulu. Dengan komunikasi dan kolaborasi yang baik, pelayanan keagamaan akan semakin berkualitas,” pesannya.

Di atas seluruh kompetensi tersebut, Aminuddin menegaskan bahwa integritas dan moralitas merupakan fondasi utama yang harus dimiliki setiap penghulu. “Penghulu adalah tokoh masyarakat. Kapan saja bisa dimintai pendapat dan fatwa. Karena itu, integritas dan moralitas harus menjadi pengikat seluruh kompetensi yang dimiliki,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kepenghuluan dan Keluarga Sakinah Bidang Urais Kanwil Kemenag Sulsel, H. Andi Rezky Dharma, melaporkan sebanyak 39 peserta dari Sulawesi Selatan mengikuti uji kompetensi tersebut. Peserta terdiri atas 27 Penghulu Ahli Muda yang mengikuti uji kenaikan jenjang ke Ahli Madya dan 12 Penghulu Ahli Pertama yang mengikuti uji kenaikan jenjang ke Ahli Muda. Selain itu, kegiatan tersebut juga diikuti tiga penghulu dari Provinsi Sulawesi Barat.

Pelaksanaan uji kompetensi tahun ini mendapat dukungan pembiayaan dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI. Sulawesi Selatan menjadi salah satu dari tujuh provinsi yang memperoleh dukungan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan uji kompetensi penghulu pada tahun sebelumnya.

Pada hari pertama, peserta mengikuti uji kompetensi manajerial dan sosial kultural dengan pendampingan asesor dari Biro SDM Kementerian Agama RI.

Selanjutnya, peserta akan mengikuti uji kompetensi teknis yang melibatkan tim penguji dari Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam.

Melalui uji kompetensi ini, Kemenag Sulsel berharap lahir penghulu yang semakin profesional, kompeten, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan keagamaan yang berkualitas bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....