Maggot Jadi Solusi Sampah dan Sumber Penghasilan di Rusunawa Mariso
- 30 Apr 2026 19:59 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, Makassar - Budidaya maggot mulai membuka peluang ekonomi baru bagi warga marginal di kawasan Rusunawa Mariso, Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso, Kota Makassar. Program ini sekaligus menjadi solusi dalam mengatasi persoalan sampah rumah tangga yang selama ini menjadi tantangan di wilayah tersebut.
Pendamping sekaligus Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) TPS 3R Rusunawa Mariso, Muhammad Saleh, mengatakan pengolahan sampah organik melalui maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF) menjadi salah satu inovasi yang efektif dan bernilai ekonomis. “Permasalahan sampah yang selama ini menjadi tantangan, kini bisa diubah menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya di Makassar, Kamis 30 April 2026
Menurutnya, maggot memiliki kemampuan mengonsumsi sampah organik hingga dua sampai lima kali berat tubuhnya per hari. Dari proses tersebut, dihasilkan dua produk utama yakni maggot sebagai pakan ternak dan kasgot yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
"Sampah organik seperti sisa makanan, sayur, dan buah-buahan dimanfaatkan sebagai pakan utama, sehingga limbah rumah tangga dapat diolah secara produktif dan ramah lingkungan."
Selain itu, maggot dikenal memiliki kandungan protein tinggi yang sangat dibutuhkan untuk pakan ternak seperti ikan, ayam, dan burung. Seiring meningkatnya kebutuhan sektor perikanan dan peternakan, permintaan pasar terhadap maggot juga terus mengalami peningkatan.
“Ini menjadi solusi ganda, selain mengurangi volume sampah, juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Dari sisi usaha, budidaya maggot dinilai cukup menjanjikan karena tidak membutuhkan modal besar, namun mampu menghasilkan keuntungan berkelanjutan. Dalam satu kali panen per pekan, produksi maggot di Rusunawa Mariso dapat mencapai sekitar 100 kilogram.
Sementara itu, Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Yeni Rahman, mengapresiasi inovasi budidaya maggot yang dikembangkan di Rusunawa Mariso. Ia menilai program ini berpotensi menjadi percontohan bagi wilayah lain di Kota Makassar.
"Selain memberikan manfaat ekonomi, program ini juga berkontribusi dalam mengurangi volume sampah yang dihasilkan Kota Makassar yang mencapai ratusan ton setiap harinya". Ujarnya.
Yeni juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam proses pemilahan sampah sejak dari rumah. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan program sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan.
“Melalui pemilahan sampah, masyarakat tidak hanya membantu lingkungan, tetapi juga bisa mendapatkan nilai ekonomi dari hasil pengolahan seperti maggot dan kasgot,” ujarnya.
Program budidaya maggot di Rusunawa Mariso diharapkan terus berkembang dan menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....