Kanwil Kemenag Sulsel Siapkan Ratusan Masjid Ramah Pemudik

  • 06 Mar 2026 12:21 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia terus memperkuat layanan bagi masyarakat menjelang arus mudik Lebaran. Di Sulawesi Selatan, Kantor Wilayah Kementerian Agama menyiapkan program khusus dengan memaksimalkan fungsi rumah ibadah sebagai Masjid Ramah Pemudik, yang dapat dimanfaatkan para musafir untuk beristirahat selama perjalanan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid, menyebutkan bahwa berbagai langkah antisipasi telah dipersiapkan untuk menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat saat libur Lebaran. Salah satu program utama adalah membuka akses masjid bagi para pemudik agar dapat beristirahat dengan nyaman sekaligus menjalankan ibadah selama perjalanan.

Ali Yafid mengatakan dari data Kementerian Agama Sulsel saat ini sudah terdapat 492 masjid yang siap melayani masyarakat melalui program Masjid Ramah Pemudik. Pihaknya juga telah meminta pengurus masjid yang terlibat untuk memasang spanduk atau plakat sebagai penanda lokasi layanan tersebut, sehingga mudah dikenali oleh pemudik yang melintas di jalur utama mudik.

Ia menambahkan bahwa program Masjid Ramah Pemudik tidak hanya dimaksudkan untuk memberikan fasilitas beristirahat, tetapi juga menjadi bentuk pelayanan keagamaan bagi para musafir. Menurutnya, keberadaan masjid yang terbuka bagi pemudik merupakan ladang amal bagi masyarakat sekaligus wujud kepedulian sosial di momentum Lebaran.

“Ini menjadi lahan amal yang sangat bagus. Ini juga berlaku tidak hanya saat mudik, tapi juga pada arus balik,” ujar Ali Yafid.

Melalui program Masjid Ramah Pemudik, sejumlah layanan dasar disiapkan bagi para pelintas jalan yang membutuhkan tempat singgah sementara. Masjid akan dibuka selama 24 jam dengan dukungan pengamanan area ibadah dan parkir, kebersihan toilet serta ketersediaan air wudhu yang memadai. Selain itu, disediakan pula fasilitas pengisian daya gawai, ruang ibadah yang nyaman, area istirahat bagi musafir, hingga penyediaan air minum dan makanan ringan.

Tidak hanya itu, sejumlah masjid juga akan berfungsi sebagai pusat informasi bagi pemudik yang membutuhkan petunjuk arah perjalanan atau informasi jalur mudik. Kehadiran Masjid Ramah Pemudik diharapkan dapat membantu masyarakat yang melakukan perjalanan jauh agar dapat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.

Sementara itu, Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kanwil Kemenag Sulsel, Abdul Gaffar, menjelaskan bahwa ratusan Masjid Ramah Pemudik tersebut tersebar di 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, terutama di jalur-jalur strategis yang dilalui kendaraan pemudik.

"Kabupaten Maros tercatat menjadi daerah dengan jumlah Masjid Ramah Pemudik terbanyak di Sulawesi Selatan, yakni mencapai 83 masjid yang siap memberikan layanan bagi para pelintas jalan," ujarnya.

Abdul Gaffar menambahkan bahwa pengelola masjid diminta memastikan beberapa standar layanan terpenuhi, seperti membuka akses masjid selama 24 jam, menjaga keamanan lingkungan masjid serta area parkir, memastikan kebersihan toilet dan ketersediaan air wudhu, serta menyediakan fasilitas pengisian daya gawai bagi para pemudik.

Selain mengoptimalkan masjid, Kementerian Agama Sulawesi Selatan juga menyiagakan sejumlah fasilitas milik satuan kerjanya seperti madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA), khususnya yang berada di jalur utama mudik. Fasilitas tersebut diharapkan dapat ikut memberikan layanan tambahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh selama musim mudik.

Program Masjid Ramah Pemudik ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam membantu para pemudik menjalankan ibadah dan beristirahat dengan aman selama perjalanan panjang menuju kampung halaman. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, perjalanan mudik diharapkan berlangsung lebih nyaman hingga pemudik dapat tiba di tujuan dengan selamat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....