Sebanyak 2.389 Pramuka Madrasah se-Sulsel Ikuti KPMP 2026 di Gowa
- 02 Sep 2026 20:57 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Gowa - Sebanyak 2.389 peserta Pramuka madrasah se-Sulawesi Selatan mengikuti Kemah Pramuka Madrasah Provinsi (KPMP) Tahun 2026 yang resmi dibuka di Bumi Perkemahan Cadika Limbung, Kabupaten Gowa, Rabu 2 Agustus 2026. Pembukaan KPMP 2026 dilakukan oleh Staf Khusus Menteri Agama Bidang Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Moderasi Beragama, Prof. Dr. H. M. Farid F. Saenong, Ph.D., yang bertindak sebagai pembina upacara.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 2 hingga 5 September 2026, menjadi momentum pembinaan generasi muda madrasah melalui pendidikan kepramukaan. Tidak hanya mengasah keterampilan, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat karakter, kepemimpinan, nilai keagamaan, semangat kebangsaan, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam amanatnya, Prof. Farid menekankan pentingnya membangun generasi muda yang mampu menyeimbangkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama dengan semangat kebangsaan.
Menurutnya, pendidikan di madrasah tidak cukup hanya menghasilkan peserta didik yang unggul secara akademik. Madrasah juga memiliki tanggung jawab membentuk generasi yang berakhlak, memiliki integritas, mencintai bangsa, serta peduli terhadap lingkungan. “Nilai-nilai yang terkait dengan kebangsaan harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai keagamaan. Keduanya harus menjadi satu kesatuan dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat,” ujar Prof. Farid.
Ia menegaskan, nilai keagamaan dan kebangsaan tidak seharusnya dipertentangkan. Keduanya justru dapat menjadi kekuatan untuk membentuk generasi yang memiliki keimanan, tanggung jawab, integritas, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Anak-anak madrasah harus menjadi generasi yang kuat dalam nilai keagamaannya sekaligus memiliki rasa kebangsaan yang kuat,” katanya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan dalam laporan pelaksanaan kegiatan menyampaikan, KPMP 2026 diikuti 2.389 peserta, terdiri dari 1.089 Pramuka Penggalang dan 1.300 Pramuka Penegak dari madrasah se-Sulawesi Selatan.
Jumlah tersebut turut didukung sekitar 2.800 bina damping dan unsur pendukung lainnya.
Kakanwil Kemenag Sulsel menilai KPMP bukan sekadar kegiatan perkemahan, mendirikan tenda, atau mengikuti perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda agar lebih mandiri, tangguh, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mempunyai rasa kebangsaan yang tinggi. “KPMP Tahun 2026 merupakan kegiatan pertemuan besar dalam rangka pembinaan Pramuka Penggalang dan Penegak di lingkungan madrasah. Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter generasi muda yang kuat, mandiri, serta memiliki rasa kebangsaan yang tinggi,” ujarnya.
Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21, literasi digital, kepemimpinan, kemandirian, kerja sama, serta penguatan moral dan spiritual peserta. Salah satu hal yang mendapat perhatian dalam KPMP 2026 adalah ekoteologi, yakni penguatan kesadaran bahwa menjaga dan melestarikan alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan manusia.
Pesan tersebut diperkuat melalui penanaman bibit pohon secara simbolis dalam rangkaian pembukaan KPMP. Penanaman dilakukan bersama oleh Staf Khusus Menteri Agama, Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Wakil Bupati Gowa, Kakanwil Kemenag Sulsel, Ketua Kwarda Sulsel, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku, serta Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup.
Penanaman pohon tersebut menjadi simbol kolaborasi sekaligus pesan kepada peserta bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat yang perlu ditanamkan sejak usia muda.
Prof. Farid pun mengapresiasi konsep tersebut. Menurutnya, pendidikan lingkungan yang dipadukan dengan nilai keagamaan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab manusia.
Ia berharap para peserta tidak sekadar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, tetapi mampu membawa pengalaman dan nilai-nilai yang diperoleh selama kemah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Jadikan kemah ini sebagai ruang belajar, ruang membangun persahabatan, ruang mengembangkan karakter, dan ruang untuk belajar menjadi manusia yang bertanggung jawab,” pesannya.
KPMP 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi madrasah yang tidak hanya terampil dan tangguh, tetapi juga memiliki akhlak mulia, menghormati perbedaan, mencintai lingkungan, serta mampu menjadi teladan di sekolah, keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Tags: Gowa, KPMP 2026, Kemah Pramuka Madrasah, Kemenag Sulsel, Pramuka Madrasah, Cadika Limbung, Farid F Saenong, Pendidikan Madrasah, Moderasi Beragama, Ekoteologi, Pramuka Sulawesi Selatan, Pendidikan Karakter, Generasi Muda, Sulawesi Selatan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....