Langkah Praktis UMKM Tembus Platform Pariwisata Modern
- 22 Des 2025 23:06 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar: Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor pariwisata kini dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan digital agar mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas. Kehadiran platform pariwisata modern membuka peluang besar bagi UMKM lokal untuk “mejeng” di etalase digital dan mulai menerima tamu dari luar daerah, bahkan luar provinsi.
Founder platform pigitrip.com sekaligus Owner Leang Panning Park, Rudihartono, S.TP., S.H., M.Si, dalam obrolan Teras UMKM di Pro 4 RRI Makassar (Sabtu 20/12/2025), menjelaskan bahwa langkah awal yang paling penting adalah kesiapan produk dan layanan. Menurutnya, UMKM harus memastikan usaha yang dijalankan baik penginapan, destinasi wisata, kuliner, maupun jasa pendukung memiliki konsep yang jelas, harga yang transparan, serta pelayanan yang konsisten. “Platform pariwisata itu ibarat etalase. Kalau produknya belum rapi, sulit menarik minat tamu,” ujarnya.
Langkah kedua adalah memanfaatkan identitas digital secara optimal. Rudihartono menekankan pentingnya UMKM memiliki dokumentasi visual yang menarik, seperti foto dan video berkualitas baik. Konten visual menjadi daya tarik utama di platform pariwisata modern karena calon wisatawan biasanya menentukan pilihan berdasarkan tampilan dan ulasan. “Tidak harus mahal, yang penting jujur, terang, dan merepresentasikan pengalaman sebenarnya,” tambahnya.
Selanjutnya, UMKM perlu aktif bergabung dan mendaftar di platform pariwisata digital yang sesuai dengan karakter usahanya. Proses pendaftaran umumnya sederhana, namun pelaku usaha harus teliti dalam mengisi deskripsi, fasilitas, lokasi, dan ketentuan layanan. Informasi yang lengkap dan jelas akan meningkatkan kepercayaan wisatawan serta memudahkan platform dalam mempromosikan usaha tersebut.
Langkah praktis berikutnya adalah menjaga reputasi melalui pelayanan dan ulasan pelanggan. Menurut Rudihartono, testimoni dan rating dari pengunjung sangat berpengaruh terhadap keputusan calon tamu dari luar daerah. UMKM disarankan untuk merespons ulasan dengan baik, terbuka terhadap masukan, serta terus memperbaiki kualitas layanan. “Pengalaman tamu adalah promosi terbaik,” katanya.
Terakhir, pelaku UMKM perlu membangun kolaborasi dengan pelaku pariwisata lainnya di daerah setempat, seperti pengelola destinasi, komunitas lokal, dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini akan menciptakan paket wisata yang lebih menarik dan bernilai jual tinggi di platform digital. Dengan langkah-langkah praktis tersebut, UMKM diharapkan mampu naik kelas, menjangkau pasar yang lebih luas, dan menjadikan pariwisata lokal sebagai kekuatan ekonomi daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....