Obrolan Teras UMKM Pro4 RRI Bahas Gerakan Beli UMKM Rp.10 Ribu

  • 05 Sep 2026 12:24 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR — LPP RRI Makassar melalui Programa 4 kembali menggelar dialog interaktif Obrolan Teras UMKM pada Sabtu, 5 September 2026. dalam Obrolan ini mengangkat tema Road To Beli UMKM 10 Ribu guna membahas langkah strategis dalam memajukan pelaku usaha lokal di Sulawesi Selatan.

Program ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Bachtiar Baso, MM, serta Ketua Yayasan UMKM Bangkit, Rasmi Ridjang Sikati, SE, MM. Kedua pihak mengupas tuntas keterlibatan serta sinergi antara gerakan masyarakat dan pendampingan pemerintah.

Ketua Yayasan UMKM Bangkit, Rasmi Ridjang Sikati, menjelaskan bahwa gerakan Beli UMKM 10 Ribu dirancang untuk memudahkan masyarakat menjangkau produk-produk UMKM lokal dengan harga ekonomis. Program ini mendorong pelaku usaha menyediakan porsi atau menu khusus seharga Rp10.000 tanpa mengurangi margin keuntungan maupun kualitas standar produk.

Melalui skema ini, para pelaku UMKM diharapkan dapat memperkenalkan ragam kuliner maupun produk kriya mereka secara lebih luas. Pola penjual sarapan pagi serba sepuluh ribu di pinggir jalan turut dirangkul dan ditingkatkan kualifikasinya agar terhubung ke dalam ekosistem pembinaan yang lebih terstruktur. "Beli UMKM 10 Ribu ini adalah program bagaimana masyarakat bisa membeli produk UMKM dengan harga terjangkau Rp10.000. Kami mengarahkan mereka membuat menu khusus tanpa mengubah margin, sehingga produk bisa dicicipi, dapat untung, sekaligus mendapatkan branding," ujar Rasmi .

Rasmi menekankan pentingnya kurasi dan legalitas awal bagi para anggota yang bergabung agar produk yang dijual layak serta aman dikonsumsi. Yayasan UMKM Bangkit memfasilitasi pendampingan pembuatan logo, penataan kemasan, hingga pendaftaran izin edar seperti P-IRT, sertifikasi halal, dan NIB bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel. "Kami tidak ingin menjual produk yang asal-asalan. Banyak UMKM awalnya belum punya merek, logo, bahkan tanggal kedaluwarsa. Lewat program ini kita bina dari awal dari sisi kemasan, sertifikasi halal, hingga NIB agar produk mereka benar-benar standar dan layak jual," tambah Rasmi.

Sementara itu, Konsultan PLUT Dinas Koperasi dan UMKM Prov Sulsel, Bachtiar, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi hadir melalui institusi PLUT untuk menyediakan wadah pelayanan terpadu. Pendampingan meliputi aspek kelembagaan, legalitas usaha, hingga penguatan ekosistem pemasaran agar UMKM Sulsel siap naik kelas.

Bachtiar mengapresiasi kolaborasi bersama Yayasan UMKM Bangkit dalam menciptakan cluster market baru bagi produk makanan dan minuman lokal. Menurutnya, model kolaborasi ini memberikan saluran distribusi tambahan sehingga para produsen dapat lebih fokus menjaga kualifikasi dan mutu produknya. "PLUT Sulsel hadir memberikan layanan terpadu mulai dari pendampingan legalitas, kemasan, hingga pemasaran melalui sembilan konsultan ahli. Kolaborasi dengan Yayasan UMKM Bangkit ini menciptakan ekosistem pasar baru yang membantu produk UMKM makin dikenal dan bersaing," tegas Bachtiar.

Ia menambahkan, PLUT Sulsel secara konsisten mengadakan pelatihan berkala seperti program rutin mingguan untuk mengasah kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelaku usaha. Pelatihan tersebut mencakup teknik pengemasan, pembuatan kuliner standar, hingga pemanfaatan digital marketing dan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence). "Kami mendorong peningkatan SDM UMKM setiap minggunya lewat pelatihan digital marketing hingga kemasan. Tidak ada alasan lagi bagi pelaku usaha untuk tidak naik kelas dan hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri," pungkas Bachtiar.

Melalui Obrolan Teras UMKM Pro 4 RRI Makassar ini, sinergi antara Yayasan UMKM Bangkit dan PLUT Diskop UMKM Sulsel diharapkan mampu menjadi katalis perubahan bagi para pelaku usaha lokal. Program Road To Beli UMKM 10 Ribu bukan sekadar jualan murah, melainkan momentum pembinaan massal agar produk UMKM di Sulawesi Selatan makin berdaya saing, legal, dan bertransformasi ke arah digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....