Duta OJK PEDULI Sulselbar Garda Depan Generasi Cerdas Finansial
- 13 Agt 2026 08:06 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Generasi muda memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan layanan keuangan digital. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Program INFLASI DAN INVESTASI PRO1 RRI Makassar bertajuk “Generasi Menginspirasi: OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan (OJK PEDULI) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat”, Rabu, 12 Agustus 2026.
Dialog yang dipandu Risna Supratio menghadirkan Anni Atiqah Mahdiyyah, Duta OJK PEDULI Provinsi Sulselbar, yang mengulas peran sekaligus tantangan duta literasi keuangan dalam mengedukasi masyarakat. Anni menjelaskan, Duta OJK PEDULI tidak hanya bertugas memahami informasi mengenai sektor jasa keuangan, tetapi juga menjadi penggerak yang menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat.
Duta literasi diharapkan mampu menjadi jembatan informasi antara OJK dengan generasi muda melalui pendekatan yang lebih dekat, komunikatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman. “Peran kami adalah menjadi penggerak dan penyambung informasi literasi keuangan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, supaya mereka memiliki pemahaman sebelum mengambil keputusan keuangan,” ujar Anni.
Menurutnya, salah satu tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah derasnya arus informasi mengenai keuangan di media sosial. Banyak informasi mengenai investasi, pinjaman, maupun berbagai layanan keuangan yang beredar tanpa disertai pemahaman mengenai risiko dan legalitasnya.
Kondisi tersebut membuat masyarakat, terutama anak muda, perlu memiliki kemampuan untuk menyaring informasi dan tidak langsung mempercayai setiap tawaran yang muncul di ruang digital. Tantangan lainnya adalah masih adanya anggapan bahwa literasi keuangan hanya berkaitan dengan orang yang sudah memiliki penghasilan atau bekerja.
Padahal, menurut Anni, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sebaiknya dibangun sejak usia muda. Kebiasaan sederhana seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, membuat anggaran, menabung, serta memahami risiko sebelum berinvestasi merupakan bagian penting dari literasi keuangan.
Anni menilai tantangan tersebut membuat Duta OJK PEDULI harus memiliki kreativitas dalam menyampaikan edukasi. Materi keuangan yang terkadang dianggap berat perlu dikemas dengan bahasa sederhana dan menggunakan media yang dekat dengan generasi muda, termasuk media sosial, komunitas, lingkungan pendidikan, maupun kegiatan kepemudaan.
“Tantangannya adalah bagaimana membuat literasi keuangan menjadi sesuatu yang menarik dan mudah dipahami. Karena itu, kami harus menyesuaikan cara komunikasi dengan karakter generasi muda saat ini,” jelasnya.
Selain tantangan dalam menyampaikan informasi, Duta OJK PEDULI juga menghadapi tantangan dalam membangun kesadaran masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai risiko keuangan. Tawaran investasi dengan keuntungan tidak masuk akal, penipuan berkedok layanan keuangan, hingga keputusan menggunakan produk keuangan tanpa memahami ketentuannya menjadi persoalan yang membutuhkan edukasi berkelanjutan.
Karena itu, duta literasi memiliki peran penting untuk mengingatkan masyarakat agar selalu melakukan pengecekan dan memahami risiko sebelum mengambil keputusan. Bagi Anni, menghadapi tantangan tersebut membutuhkan kolaborasi. Duta OJK PEDULI tidak dapat bekerja sendiri, tetapi perlu melibatkan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, keluarga, media, serta berbagai pihak lainnya.
Kolaborasi akan memperluas jangkauan edukasi sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung terbentuknya perilaku keuangan yang sehat. “Kami ingin literasi keuangan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan. Ketika generasi muda sudah memahami dan menerapkannya, mereka juga bisa mengajak orang di sekitarnya untuk melakukan hal yang sama,” ungkap Anni.
Menutup dialog, Anni mengajak generasi muda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat untuk tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi juga menjadi konsumen yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Menurutnya, tantangan perkembangan sektor keuangan harus dijawab dengan pengetahuan dan kehati-hatian. “Jangan mudah tergiur dengan keuntungan yang cepat, selalu cek legalitas dan pahami risikonya. Mari menjadi generasi yang cerdas finansial sekaligus menginspirasi lingkungan sekitar untuk semakin melek keuangan,” pesan Anni Atiqah Mahdiyyah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....